Sabtu, 14 Desember 2019

Lapor ke LPSK, Korban Dugaan Pemukulan Emil Merasa Terintimidasi

- 23 Maret 2016, 04:01 WIB
WALI Kota Bandung Ridwan Kamil memperagakan kejadian saat menegur sopir Taufik Hidayat.

JAKARTA, (PR).- Korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK mengaku siap melindungi  dan akan memproses permohonan perlindungan korban tersebut.

Permohonan perlindungan disampaikan ke LPSK, Rabu (22/3/2016). ‎Korban tersebut merasa tidak nyaman atas respon yang diberikan oleh Ridwan Kamil atas kasusnya. “Pemohon berharap agar proses hukum dilaksanakan profesional meski pelaku adalah pejabat”, ucap Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.‎

Edwin menuturkan, pemohon merasa terintimidasi pernyataan-pernyataan Ridwan terkait kasus tersebut. Selain itu, ada upaya dari orang yang mengaku suruhan Ridwan guna bertemu dengannya.  Terlapor sendiri, menurut korban, sampai saat ini tidak menyampaikan permintaan maaf.

“Kasus ini merupakan ujian untuk Polda Jabar untuk bertindak profesional karena terlapor merupakan kepala daerah disana”, ujar Edwin.

Dia menyatakan, polisi perlu memperhatikan apa yang disampaikan oleh pelapor, termasuk mencari saksi yang relevan untuk kasus ini. “Karena kejadian di ruang publik, tentunya banyak orang yang bisa dimintai kesaksiannya," kata Edwin.

Polisi, lanjutnya, bisa memanfaatkan rekaman CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian untuk menguak fakta. LPSK memastikan akan memproses semua permohonan yang masuk dan menelaah sesuai UU Perlindungan Saksi dan Korban. Kendati bukan kasus prioritas, LPSK memandang penting perkara itu. “Yang menjadi perhatian publik atas kasus ini karena terlapor adalah yang memegang jabatan penting yang seharusnya menjadi tauladan dengan mengutamakan cara-cara damai," ucap Edwin.

LPSK berharap hak-hak pelapor dihormati, dijamin agar tidak terjadinya ancaman atau intimidasi atas laporannya. ***



Editor: Bambang Arifianto

Tags

Komentar

Terkini

X