Kabupaten Bandung Ekspor Kopi Specialty Ke Jerman

- 25 Februari 2021, 12:51 WIB
- Kabupaten Bandung mengekspor 6 ton kopi specialty jenis arabika ke Kota Hamburg Jerman, dengan skema ekspor kolaborasi antara Rimbun Jaya Abadi dan Gravfarm. /Dok. Pemkab Bandung

PIKIRAN RAKYAT - Kabupaten Bandung mengekspor 6 ton kopi specialty jenis arabika ke Kota Hamburg Jerman, dengan skema ekspor kolaborasi antara Rimbun Jaya Abadi dan Gravfarm.

“Jadi untuk hari ini, kopi specialty dikirim ke Jerman. Kopi kita yang memang punya kualitas di atas rata-rata, sehingga nilainya cukup fantastis hampir 14 dollar per kilogram. Potensi kopinya semua dari Kabupaten Bandung, di mana sudah teruji baik nasional maupun internasional,” ungkap Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Bandung Marlan usai melepas armada truk ekspor di Jalan Braga Kota Bandung, Rabu 24 Februari 2021.

Kopi jenis arabika unggulan Kabupaten Bandung, tutur Asisten Ekbang, sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, sehingga diminati para pecinta kopi mancanegara. “Kita sempat ekspor ke Timur Tengah, Australia, New Zealand dan beberapa negara lainnya. Tahun 2021 ini kopi Kabupaten Bandung juga diminati oleh negara-negara di Eropa,” tutur Marlan.

Baca Juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Saya Terima Kasih kepada TII

Dengan kuota permintaan kopi specialty yang cukup besar dari Jerman dan juga Belanda saat ini, ucapnya, peluang ekspor bagi petani kopi Kabupaten Bandung cukup terbuka lebar. Namun demikian diperlukan standarisasi dan pembinaan  untuk menjamin kualitas dan kesinambungan ketersediaan barang yang akan diekspor.

- Kabupaten Bandung mengekspor 6 ton kopi specialty jenis arabika ke Kota Hamburg Jerman, dengan skema ekspor kolaborasi antara Rimbun Jaya Abadi dan Gravfarm.
- Kabupaten Bandung mengekspor 6 ton kopi specialty jenis arabika ke Kota Hamburg Jerman, dengan skema ekspor kolaborasi antara Rimbun Jaya Abadi dan Gravfarm.

Melihat luasan lahan yang cukup besar, menurutnya Kabupaten Bandung berpotensi dalam bisnis ekspor kopi specialty tersebut. Hanya tinggal bagaimana meningkatkan nilai dari kopi itu sendiri, juga peningkatan dari sisi pengolahannya. 

Tidak semua kopi yang ada di Kabupaten Bandung, tambahnya, bisa diekspor. Karena setiap negara memiliki standar yang berbeda-beda. Hal itulah yang harus diberikan pemahaman kepada para petani kopi.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping: Kami Menang Memberantas Kemiskinan di Pedesaaan

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X