Rusak karena Proyek Kereta Cepat, Program Jalan Leucir Pemkab Bandung Barat Hanya Isapan Jempol

- 21 Februari 2021, 18:30 WIB
Pengendara melintasi lubang jalan di ruas penghubung Cikalongwetan-Cipeundeuy di sekitar Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 21 Februari 2021. Kerusakan ruas jalan sebagai dampak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut tak kunjung diperbaiki. /Pikiran Rakyat/ Bambang Arifianto

PIKIRAN RAKYAT - Rusaknya jalan Cikalongwetan-Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat karena menjadi perlintasan truk-truk proyek kereta cepat Bandung-Jakarta tak kunjung diperbaiki.

Dampaknya, kecelakaan kendaraan kerap terjadi di ruas jalan itu. Program jalan Leucir dan Jalan Mulus (Jamu) yang digembor-gemborkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun hanya isapan jempol.

Hujan yang terus mengguyur belakangan ini membuat ruas penghubung dua kecamatan tersebut kian rusak.

"Logak tambih seueur (lubang-lubang jalan bertambah banyak," kata Aben, pemilik kios buah-buahan di Kampung Cimanggu, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 21 Februari 2021.‎ Sejumlah insiden kendaraan terjatuh hingga truk kandas juga terus terjadi.

Baca Juga: BMKG Minta Warga Waspada Puncak Siaga Bencana, Prediksikan Cuaca Ekstrem akan Terjadi Selama 3 Hari

Baca Juga: 12.000 Warga Terpaksa Mengungsi Imbas Tanggul Sungai Citarum di Pebayuran Bekasi Jebol

Aben juga menyebutkan, kerusakan jalan terjadi lantaran aktivitas lalu lalang truk-truk proyek kereta cepat yang berbobot besar di jalan itu.

Peristiwa terakhir yang terjadi adalah kandasnya sebuah truk pengangkut bambu di ruas jalan tersebut beberapa hari lalu.

Truk itu diduga kandas karena kondisi jalan yang tak laik. Aben mengungkapkan, kemacetan panjang terjadi kala itu sebagai imbas kandasnya truk.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X