Jumat, 29 Mei 2020

ARAK Tuntut Pengusutan Kasus Pembobolan Bank BJB

- 5 Maret 2013, 05:54 WIB
SEJUMLAH massa membawa spanduk dan poster, saat melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut penuntasan kasus Bank Bjb, di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (5/3). Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Jabar Menggugat itu, menuntut agar DPRD Jabar segera membentuk Pansus untuk menuntaskannya.*

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan anggota yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (5/3/13). Mereka menuntut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut kasus pembobolan Bank Jabar Banten (BJB). Pembentukan pansus ini diharapkan dapat menelusuri penyelewengan yang terjadi di BJB yang diduga melibatkan pihak pemerintah provinsi (Pemprov) Jabar. Koordinator Aksi Asep Andriana mengatakan, kasus yang terjadi di BJB sangat memperihatinkan warga Jabar karena saham mayoritas yang dimiliki Pemprov Jabar justru digunakan oleh kepentingan kelompok yang tidak bertanggung jawab. ARAK menyoroti beberapa kasus seperti bobolnya Rp100 miliar dari total Rp250 miliar di BJB cabang Surabaya yang ditenggarai melibatkan petunggi kekuasaan di Jabar, kasus penyaluran kredit untuk PT Compradindo Lintas Nusa Perkasa Rp 80 miliar, pembelian kantor operasional BJB di Jalan Gatot Subroto Jakarta Rp 534 miliar. “Berdasarkan pengecekan di kavling 93 Jalan Gatot Subroto Jakarta belum ada tanda-tanda pembangunan gedung padahal BJB sudah membayar uang muka 40 persen. Total dana yang sudah dikeluarkan Rp 298.870.000.000. Uang sudah ada,pembangunan gedung belum ada, lalu ke mana uangnya?” kata Asep. (A-199/A-108)***

Editor: Administrator


Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X