Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Pergerakan Kendaraan di Kabupaten Bandung 22 Juta per Hari

Ecep Sukirman
TINGGINYA pergerakan lintasan kendaraan di Kabupaten Bandung sebanyak 22 juta setiap hari, menimbulkan persoalan kemacetan yang tidak bisa dihindari saat ini.*/ECEP SUKIRMAN/PR
TINGGINYA pergerakan lintasan kendaraan di Kabupaten Bandung sebanyak 22 juta setiap hari, menimbulkan persoalan kemacetan yang tidak bisa dihindari saat ini.*/ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Tingginya pergerakan lintasan kendaraan di Kabupaten Bandung sebanyak 22 juta setiap hari, menimbulkan persoalan kemacetan yang tidak bisa dihindari saat ini. Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas ini, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perhubungan mengimbau warga untuk kembali menggunakan moda transportasi publik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa menuturkan, pada 2018 lalu jumlah lintasan di Kabupaten Bandung mencapai 22 juta setiap harinya. Sedangkan untuk kondisi kemacetan ini terjadi karena pertumbuhan transportasi sudah tidak seimbang dengan kapasitas jalan ada. Sehingga, lanjut Zeis, untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas ini salah satunya yakni mengoptimalkan angkutan umum.

Hanya, lanjut dia, persoalan saat ini faktanya pada 2018 lalu, moda sarana angkutan umum sebesar 1 persen tidak tercapai. Hal itu salah satunya jumlah angkutan umum berkurang hingga 50 persen. Berkurangnya angkutan umum ini karena berkurangnya jumlah minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Dishub Kabupaten Bandung berupaya mengembangkan inovasi berupa Sambara Satalen yang merupakan aplikasi untuk memudahkan warga memesan angkot. Melalui aplikasi ini, warga juga bisa melacak waktu keberangkatan angkot sehingga tidak perlu lama-lama lagi untuk nunggu di halte,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, Minggu, 10 November 2019.

Dikatakan Zeis, untuk saat ini pihaknya baru mengembangkan aplikasi ini untuk trayek angkot Banjaran-Soreang. Menurut rencana, peluncuran aplikasi ini akan diluncurkan pada 18 November 2019 mendatang.

Diharapkan, dengan penyematan aplikasi online ini di angkot konvensional, dapat mendorong badan usaha penyedia jasa layanan angkot untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, misalnya dari segi kenyamanan dan keamanan penumpang.

“Di Kabupaten Bandung tercatat ada  22 juta pergerakan lintasan kendaraan per-hari. Termasuk kemacetan ini yang diperparah karena kurang optimalnya angkutan umum,” ungkap Zeis.

Zeis tidak menampik bila banyak warga Kabupaten Bandung ogah naik angkutan umum karena tidak nyaman. Sehingga dengan adanya program Sambara Satalen diharapkan bisa kembali meningkatkan gairah warga menggunakan angkutan umum.

“Banyak warga malas naik angkutan umum kemudian pertumbuhan kendaraan luar biasa sekali. Jadi inovasi ini untuk optimalisasi angkutan umum. Dengan teknologi, kita maksimalkan guna meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat,” ujar dia. 

Warga Kabupaten Bandung sendiri lanjut Zeis menyambut positif hadirnya layanan angkutan umum berbasis online ini. Kendati demikian pihaknya akan terus melakukan sosialisasi.

“Warga menyambut positif meski banyak pertanyaan. Karena ini teknologi dan baru mereka awalnya ragu, tapi kita dorong terus agar sosialiasi kepada pengurus koperasi angkot dan warga,” tutur dia.

Untuk diketahui sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung segera meluncurkan terobosan inovasi dengan meluncurkan aplikasi angkot online (daring). Melalui aplikasi ini dalam rangka peningkatan angkutan umum dalam trayek terintegrasi.

nantinya warga bisa memesan angkutan umum via aplikasi Tron. Selanjutnya warga yang sudah memesan bisa menunggu angkot di halte virtual yang dekat dengan pemesan. Virtual halte ini bisa dilacak melalui aplikasi Tron.

“Virtual halte ini bisa dilacak lewat aplikasi. Untuk ke depannya akan ada wujud fisiknya, tapi kalau sekarang agak kesulitan menentukan titik haltenya,” kata Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kabupaten Bandung, Iis Ratnakomala.***

Bagikan: