Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Kendaraan Kini Wajib Dipasangi Alat Pemantul Cahaya Tambahan

Ririn Nur Febriani
EVAKUASI kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di tol Purbaleunyi km 91 pada 2 September 2019 lalu.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
EVAKUASI kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di tol Purbaleunyi km 91 pada 2 September 2019 lalu.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

CIMAHI, (PR).- Pemasangan alat pemantul cahaya tambahan (APCT) diwajibkab bagi kendaraan angkutan dan beberapa tipe kendaraan umum lainnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, alat dalam bentuk stiker reflektor tersebut berfungsi memantulkan cahaya saat tersorot sinar lampu meski di area minim cahaya.

Sosialisasi sekaligus penertiban dilakukan Dinas Perhubungan Cimahi bersama tim terpadu Satlantas Polres Cimahi dan TNI di Bundaran Leuwigajah, Jalan Mahar Martanegara, Sabtu 9 November 2019. Sedikitnya 39 kendaraan terjaring penegakan hukum gabungan tersebut.

Kasi Angkutan Dishub Cimahi Ranto Sitanggang mengatakan, sasaran kegiatan tersebut yaitu angkutan umum dan orang.

"Mulai dari kelengkapan surat dan kendaraan hingga angkutan yang melebihi kapasitas," katanya, Minggu 10 November 2019.

Pelanggaran terbanyak terutama terkait masa berlaku Uji KIR yang sudah habis. Juga ada sebagian kecil pelanggaran terhadap Izin Angkutan/Kartu Pengawasan yang habis dan tidak diperpanjang.

SOSIALISASI pemasangan alat pemantul cahaya tambahan di Cimahi, Sabtu 9 November 2019/RIRIN NF/PR

Dishub Cimahi juga menerapkan sanksi bagi kendaraan angkutan yang melanggar Pembatasan Jam Operasional Angkutan Barang.

Batasan jam operasional yang diberlakukan Dishub Cimahi bagi truk bertonase besar maupun bus yakni Senin sampai Jumat pukul 6.00-08.00 dan pukul 16.00-18.00.

"Masih ada yang pelanggaran yang dilakukan sopir angkutan barang terkait pelanggaran batasan jam operasional, biasanya karena dituntut pengusaha agar cepat menyelesaikan pengiriman barang. Padahal, merek memicu kemacetan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dishub cimahi turut menyosialisasikan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.3996/AJ.502/DRJD/2019 tentang Alat Pemantul Cahaya Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan, dan Kereta Tempelan.

Hal itu dilakukan sebagai instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menindaklanjuti tingginya angka kecelakaan melibatkan angkutan barang.

"Selain sepeda motor, kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial dan angkutan barang seperti bus dan truk cukup tinggi," ujarnya.

Alat pemantul cahaya berupa stiker reflektor wajib dipasang di mobil barang mulai dari 7.500 kg dan atau konfigurasi sumbu 1,2 seperti pada mobil bak muatan terbuka, mobil bak muatan tertutup, mobil tangki, serta pada kereta gandengan dan kereta tempelan.

Untuk kendaraan lama yang sudah beroperasi, akan diberi waktu untuk menempelkan stiker alat pemantul cahaya tambahan.

Sementara untuk kendaraan angkutan barang yang baru diproduksi, perusahaan karoseri wajib memasang stiker tersebut.

Kecelakaan tabrak belakang dan samping

Menurut Ranto, beberapa alasan wajibnya penerapan APCT di antaranya adalah akrena tingginya angka kecelakaan tabrak belakang atau tabrak samping kendaraan angkutan barang akibat kurangnya penerangan pada malam hari.

"Biasanya kecelakaan tersebut akibat pengemudi tidak melihat adanya kendaraan di depannya, karena keadaan lingkungan yang gelap. Maka, wajib dipasang di samping kiri-kanan dan belakang kendaraan, di luar alat pemantul cahaya bawaan kendaraan. Saat APCT terkena sinar lampu, akan mudah terlihat pengguna jalan lain sehingga meningkatkan kewaspadaannya," ucapnya.

Dishub Cimahi berharap penyedia jasa angkutan barang atau perusahaan pemilik angkutan barang segera memasang APCT. Apalagi, saat ini pemasangan APCT termasuk syarat kelulusan Uji KIR.

Pengendara angkutan barang, Anwar Suwandi mengatakan, dia belum tahu soal aturan pemasangan APCT. "Belum tahu. Tidak ada informasi dari pemilik kendaraan," ujarnya.

Menurut Anwar, ketentuan pemasangan APCT tersebut harus ditaati pengusaha kendaraan. "Seharusnya, yang punya mobil yang memasang, saya hanya sopir, tidak tahu perkembangan aturan. Tapi, setelah ditindak begini, jadi tahu juga. Mudah-mudahan segera dipasang agar aman," katanya.***

Bagikan: