Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Angkot di Kabupaten Bandung Bisa Dipesan Lewat Aplikasi Tron

Ecep Sukirman
DERETAN angkutan kota (angkot) trayek Banjaran-Soreang, menunggu calon penumpang di Banjaran, Minggu 10 November 2019. Dishub Kabupaten Bandung saat ini akan melakukan uji coba penerapan aplikasi angkot daring melalui aplikasi Tron untuk mendekatkan layanan penumpang dalam menggunakan angkot.*/ECEP SUKIRMAN/PR
DERETAN angkutan kota (angkot) trayek Banjaran-Soreang, menunggu calon penumpang di Banjaran, Minggu 10 November 2019. Dishub Kabupaten Bandung saat ini akan melakukan uji coba penerapan aplikasi angkot daring melalui aplikasi Tron untuk mendekatkan layanan penumpang dalam menggunakan angkot.*/ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung segera meluncurkan terobosan inovasi dengan meluncurkan aplikasi angkot online (daring). Melalui aplikasi ini dalam rangka peningkatan angkutan umum dalam trayek terintegrasi.

Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kabupaten Bandung Iis Ratnakomala menuturkan, penerapan aplikasi angkot daring ini merupakan salah satu penerapan program Sambara Satalen yang diluncurkan Dishub Kabupaten Bandung. Diharapkan, dengan hadirnya aplikasi ini mampu meningkatkan animo masyarakat untuk kembali menggunakan moda transportasi umum untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Ini (aplikasi angkot daring) merupakan program dalam rangka peningkatan angkutan umum dalam trayek dan nantinya terintegrasi angkutan massal serta lingkungan yang kapasitas kecil,” ucap Iis, Minggu 10 November 2019. 

Iis menerangkan, nantinya warga bisa memesan angkutan umum via aplikasi Tron. Selanjutnya warga yang sudah memesan bisa menunggu angkot di halte virtual yang dekat dengan pemesan. Virtual halte ini bisa dilacak melalui aplikasi Tron.

“Virtual halte ini bisa dilacak lewat aplikasi. Untuk ke depannya akan ada wujud fisiknya, tapi kalau sekarang agak kesulitan menentukan titik haltenya,” kata dia. 

Dalam pelaksanaannya, kata Iis program Sambara Satalen ini, juga turut merangkul para pengusaha angkot di Kabupaten Bandung. Sehingga ke depannya, melalui program ini, partisipasi warga Kabupaten Bandung dalam menggunakan moda transportasi umum bisa meningkat. 

“Pengusaha tidak usah khawatir, karena kami libatkan dalam program ini.  Jadi semua angkot seperti Soreang-Banjaran kemudian Pangalengan juga bisa dipesan,” ujar dia.

Dengan adanya pemesanan online ini, lanjut Iis, diharapkan ada aspek jaminan keteraturan waktu keberangkatan angkota, tepat waktu, dan standar pelayanan minimum terpenuhi. “Melalui aplikasi ini, sopir tahu di mana penumpang menunggu. Sopir enggak akan ngetem lama. Pengusaha juga pasti, dan ini memberikan transaksi yang berarti,” katanya.

Sementara itu, dari tanggapan warga sebagian besar menyambut baik dengan adanya penyematan aplikasi angkot online ini. Seperti halnya diungkapkan Imas Yuningsih (40) yang kerap menggunakan angkot. “Keluhan penumpang saat ini kan angkotnya lama sekali ngetem. Itu sebenarnya membuang waktu percuma bagi penumpang. Dengan adanya aplikasi ini, warga yang biasa naik angkot bisa mengetahui kapan angkot itu berangkat dan kita tinggal menunggu angkot itu di tempat-tempat yang telah ditentukan,” kata dia. ***

Bagikan: