Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

4 Orang Ambil Formulir Calon Bupati Bandung dari Golkar

Handri Handriansyah
SALAH  seorang bakal calon bupati Dadang Supriatna, mengambil formulir dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Dadang Naser di kantor DPD Golkar Kabupaten Bandung, Soreang, Minggu, 10 November 2019 petang. Selain Dadang Supriatna, tiga balon lain yaitu Sugianto, Yoga Santosa dan Ferry Sandiyana juga telah resmi mengambil formulir pendaftaran di hari yang sama.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
SALAH seorang bakal calon bupati Dadang Supriatna, mengambil formulir dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Dadang Naser di kantor DPD Golkar Kabupaten Bandung, Soreang, Minggu, 10 November 2019 petang. Selain Dadang Supriatna, tiga balon lain yaitu Sugianto, Yoga Santosa dan Ferry Sandiyana juga telah resmi mengambil formulir pendaftaran di hari yang sama.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Sebanyak empat kader internal dan eksternal resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon untuk Pilkada Kabupaten Bandung 2020, di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Minggu, 10 November 2019 petang. Mereka adalah Dadang Supriatna, Sugianto, Ferry Sandiyana, Yoga Santosa.

Ketua tim seleksi pendaftaran cabup  DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Cecep Suhendar mengatakan, sedianya sudah ada delapan kader yang akan mengambil formulir pendaftaran di hari pertama itu. "Namun hingga pukul 17.30 WIB baru empat orang yang hadir," ujarnya.

Cecep menambahkan, bakal calon lain yang rencananya juga akan mengambil formulir adalah tiga dari internal Anang Susanto, Deding Ishak, dan Kurnia Agustina. Sedangkan satu orang dari eksternal adalah budayawan Dadan Sunandar Sunarya.

Menurut Cecep, Kurnia Agustina tidak secara langsung menghubungi timsel. Namun ada anggota tim pemenangannya yang menelfon dan menyatakan akan mengambil formulir.

Di sisi lain, Cecep menegaskan bahwa timsel memberi kesempatan kepada siapa saja untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri. Sesuai jadwal semula, pengambilan formulir dibuka sampai 15 November 2019.

Setelah itu, timsel membuka masa pengembalian formulir pada 15-30 November 2019. Setelah itu, seleksi pun masuk tahap penyaringan berupa pemeriksaan syarat umum dan khusus.

Terlepas dari persayaratan normatif, Cecep menegaskan bahwa tugas timsel kali ini sangat berat. Soalnya mereka harus memiliki kompetensi yang lebih dari kader golkar yang saat ini menjabat sebagai bupati sekaligus Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M. Naser.

"Kader kita sebelumnya telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9,6 persen pada 2010 menjadi 5,0 pada 2018. Belum lagi sejumlah keberhasilan lain. Jadi tugas calon bupati selanjutnya  berat sehingga kami harus mampu menjaring kader terbaik," kata Cecep.

Dadang Naser sendiri membenarkan kondisi tersebut. Oleh karena itu, ia menilai calon Bupati Bandung berikutnya sebaiknya masih dipegang oleh laki-laki.

"Di Kabupaten Bandung untuk bupati perempuan masih berat. Untuk daerah lain mungkin tidak masalah," kata Dadang.

Hal itu pulalah yang membuat Dadang kembali menegaskan bahwa secara pribadi dan keluarga dirinya melarang sang istri Kurnia Agustina untuk maju dalam bursa pencalonan. Selain memberi kesempatan kader lain terutama kaum laki-laki, ia menilai bahwa jika istrinya maju maka akan menimbulkan dugaan negatif terkait politik dinasti.

Meskipun demikian, Dadang pun tak akan menutup kesempatan kepada tim istrinya yang berencana mengambil formulir. Ia menilai hal itu merupakan hak setiap orang.

"Namun saya sudah sampaikan kepada DPP dan DPD Jabar yang sebenarnya sudah menyatakan keinginan agar Ibu Nia yang maju melanjutkan saya. Alasannya sudah ada hasil survey yang menunjukan ke arah sana. Tetapi saya bilang tidak!," tutur Dadang.

Bagikan: