Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Kepala Bappenas Kunjungi PT Pindad Bandung, Pemerintah Tekankan Produksi Alutsista

Yusuf Wijanarko
KENDARAAN khusus tipe Komodo hasil produksi PT Pindad melakukan parade di Kompleks PT Pindad, Kota Bandung, Jumat 8 November 2019.*/ANTARA
KENDARAAN khusus tipe Komodo hasil produksi PT Pindad melakukan parade di Kompleks PT Pindad, Kota Bandung, Jumat 8 November 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)-Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengapresiasi perkembangan produksi alat utama sistem pertahanan (alutsista) dalam negeri oleh PT Pindad yang terus berkembang.

“Kita boleh bangga dengan kemampuan Pindad yang dari tahun ke tahun ada proses yang mengagumkan. (Terakhir) saya ke sini mungkin sudah lama sekali, saya datang ke sini dan saya ingin melihat kemampuan terbarunya seperti apa,” kata Suharso Monoarfa saat berkunjung ke PT Pindad, di Kota Bandung, Jumat 8 November 2019.

Menurut Suharso Monoarfa, alutsista yang juga terdiri atas kendaraan taktis dan kendaraan tempur menjadi salah satu konsentrasi dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo selama lima tahun ke depan.

Dia menyebut, Jokowi ingin agar alutsista yang digunakan militer dapat diproduksi di dalam negeri.

Maka, dia PT Pindad agar dapat bekerja sama dengan pelaku-pelaku industri alutsista di luar negeri.

KENDARAAN khusus tipe Komodo hasil produksi PT Pindad melakukan parade di Kompleks PT Pindad, Kota Bandung, Jumat 8 November 2019.*/ANTARA

Menurut Suharso Monoarfa, produksi alutsista perlu terus meningkat baik dari kapasitas produksi maupun kualitasnya.

“Kita juga dorong untuk bekerja sama dengan pelaku-pelaku industri pertahanan luar negeri dan saya kira itu adalah kerja sama yang baik,” kata dia seperti dilaporkan Antara.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menuturkan, sudah ada beberapa program untuk mendukung target peningkatan produksi alutsista di PT Pindad.

Dia menjelaskan, program PT Pindad di antaranya yakni pembangunan pabrik propelan, pembangunan lini produksi Munisi Kaliber Besar, pembangunan lini produksi kendaraan tempur, otomatisasi dan modernisasi lini produksi senjata, peningkatan kapasitas dan kemampuan lini produksi Munisi Kaliber Kecil, pembangunan lini produksi truk angkut, dan pembangunan advance warfare system.

Selain produk pertahanan dan keamanan, Abraham Mose juga menyampaikan berbagai perkembangan lini bisnis industri seperti ekskavator berbagai varian, Gesits motor listrik, AMH-o, Pertashop, Fire Fighting Vehicle, dan Water Cannon.

Menurut Abraham Mose, saat ini, lebih dari 360 unit Anoa telah digunakan TNI serta ikut aktif beroperasi dalam berbagai misi perdamaian PBB di Lebanon, Sudan, Afrika Tengah, dan Kongo.

“Begitu juga dengan Komodo, sebanyak 90 unit telah digunakan TNI dan mendukung misi perdamaian PBB. Senjata dan amunisi buatan PT Pindad terbukti kualitasnya dengan berbagai prestasi kemenangan di berbagai lomba tembak internasional seperti AASAM, AARM dan BISAM,” kata Abraham Mose.

Menurut dia, dukungan penuh Bappenas serta pemerintah sangat diperlukan PT Pindad dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas produk guna mewujudkan kemandirian pertanahan dan keamanan dalam negeri.

Melalui dukungan tersebut, PT Pindad bisa meningkatkan percepatan pembangunan nasional serta terjun ke pasar global.***

Bagikan: