Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 26.8 ° C

Gantikan Armada Tua, Pemkot Cimahi Beli Tiga Truk Sampah Baru

Ririn Nur Febriani
ILUSTRASI.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
ILUSTRASI.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi menambah jumlah truk pengangkut sampah di Kota Cimahi. Hal itu dilakukan guna meningkatkan layanan operasional pengangkutan sampah.

Pada tahun 2019, Pemkot Cimahi membeli tiga unit truk sampah terdiri dari dua unit Arm Rol dan satu unit Dump Truck. Untuk pengadaan dua unit Arm Roll, pagu angggaran yang disediakan mencapai Rp1.010.000.000 yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. Sedangkan pengadaan dump truk bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai Rp 420.000.000.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, M Ronny mengatakan bahwa pengadaan tiga unit truk pengangkut sampah tersebut menambah kendaraan operasional layanan sampah. Terutama untuk mengangkut sampah dari Kota Cimahi ke TPAS Sarimukti. "Dengan tambahan kendaraan, berarti sekarang total kami punya 39 armada. Fungsinya sebagai sarana angkutan sampah dari TPS ke TPA," jelasnya, Kamis 7 November 2019.

Ronny mengatakan, belanja truk pengangkut sampah dilakukan untuk menggantikan armada lama yang sering mengalami kerusakan. "Ada beberapa armada yang sudah uzur. Mobil tahun 2002 masih ada, sering mogok," terang Ronny.

Kondisi kendaraan yang menurun berpengaruh pada beban operasional. "Kendaraan yang sudah lama memang boros. Masalahnya ada bocor klep harus ke bengkel. Kontruksi sudah tua, harus diperbaiki," tambahnya.

Untuk sementara ini, lanjut Ronny, jumlah armada yang dimiliki untuk mengangkut sampah ke TPAS Sarimukti masih ideal. Rata-rata sampah yang diangkut per harinya mencapai 225 ton. 

"Tidak semua sampah optimal terangkut. Sebab, produksi sampah di Kota Cimahi mencapai 268 ton per hari. Salah satu solusi untuk penanggulangan sisa sampah ialah pengelolaan sampah sejak di rumah tangga dengan menggalakkan program zero waste yang sudah berlangsung sejak tahun 2018," katanya.

Sejauh ini, program tersebut sudah menyentuh 41 Rukun Warga (RW) atau sekitar 13 persen dari total keseluruhan 312 RW. "Baru 41 RW dari 312 RW. Tahun ini target 40 RW yang diintervensi, masih dalam tahap edukasi dari pintu ke pintu karena sampah tanggung jawab bersama," tandasnya.***

Bagikan: