Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

717 Hektare Kawasan Kota Bandung Kumuh, Astanaanyar Paling Parah

Satira Yudatama
PERMUKIMAN bertumpuk di ­Kampung Manteos, Coblong, Kota ­Bandung, Rabu 6 November 2019. Pemkot Bandung akan melakukan penataan kawasan kumuh yang masih tersisa 717 hektare, melalui pe­nerbit­an perda yang me­muat penata­an kawasan kumuh dan pemanfaatan ­program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).*/ARIF HIDAYAH/PR
PERMUKIMAN bertumpuk di ­Kampung Manteos, Coblong, Kota ­Bandung, Rabu 6 November 2019. Pemkot Bandung akan melakukan penataan kawasan kumuh yang masih tersisa 717 hektare, melalui pe­nerbit­an perda yang me­muat penata­an kawasan kumuh dan pemanfaatan ­program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Masih ada sekira 717 hektare kawasan kumuh di Kota Bandung dengan penduduk hampir 2,5 juta jiwa. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Bandung tengah dan bakal mengambil upaya penanganan.

Penerbitan peraturan daerah yang memuat penataan kawasan kumuh dan pemanfaatan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) termasuk dalam daftar upaya Pemkot Bandung mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, banyak faktor penyebab suatu kawasan menjadi kumuh di antaranya efek atas arus urbanisasi.

"Kota Bandung memiliki daya tarik kuat bagi warga luar daerah. Laju pertumbungan ekonomi Kota Bandung begitu tinggi, mencapai sekitar 7,2 persen. Capaian  itu di atas provinsi 5,35 persen, dan nasional 5,02 persen.  kata Yana Mulayana di Balai Kota Bandung, Rabu 6 November 2019.

Efek urbanisasi ke Kota Bandung membuat pemukiman kian padat. Keberadaan tempat tinggal yang kurang memenuhi kriteria kelaikan juga bertambah.

Melalui Peraturan Daerah Penataan Kawasan Kumuh, Yana Mulyana yakin setiap upaya penataan kawasan bisa menghadirkan hasil lebih baik.

“Peraturan tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh panitia khusus di DPRD Kota Bandung.  Semoga peraturan itu bisa memberi tambahan kekuatan bagi kami untuk menjalankan berbagai upaya penataan," ucap Yana Mulyana.

WARGA menjemur pakaian di permukiman bantaran Sungai Cikapundung, Cihampelas, Kota Bandung, Senin 4 November 2019.*/ANTARA

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung Agus Hidayat mengemukakan, luas kawasan kumuh di Kota Bandung sudah banyak berkurang sejak 2015.

Terdapat sekira 1.000 hektare kawasan kumuh di Kota Bandung empat tahun lalu. Ada beberapa indikator yang menyebabkan suatu tempat termasuk sebagai kawasan kumuh di antaranya drainase, sanitasi, jalan lingkungan, penyediaan air minum.

Perihal 717 hektare kawasan kumuh yang masih ada, Agus mengatakan, bakal segera beroleh penangan melalui program Kotaku.

Program yang terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah pusat itu tengah berjalan.

Melalui program itu, pemerintah pusat mengeluarkan anggarar Rp 123,5 miliar dalam rangka menata kawasan kumuh di Kota Bandung.

"Kami menggenjot penuntasan kawasan kumuh pada 81 kelurahan. Semoga upaya penataan kawasan kumuh dapat segera tuntas," ucap Agus.

Astanaanyar paling kumuh

Dikategorikan berdasarkan tingkat kecamatan, Agus menuturkan, di Astanaanyar paling banyak derdapat kawasan kumuh.

Sementara itu, untuk yang telah bebas dari kawasan kumuh terdapat di Kecamatan Panyileukan.

"Secara umum, wilayah Kota Bandung bagian timur telah tertata rapi, terutama aspek pemukiman," ucap Agus. 

Bagian upaya untuk mengurangi, bahkan menuntaskan kawasan kumuh di Kota Bandung, Forum Bandung Sehat (FBS)  terus menggenjot gerakan 100 prsen open defecation free (tak buang air besar sembarangan).

FBS mengadakan rangkaian kegiatan sosialisasi beserta advokasi kepada warga agar dapat membangunan septic tank yang laik. Kegiatan itu berjalan sepanjang 2019.***

Bagikan: