Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Tito Karnavian Akan Tindak Praja yang Melakukan Kekerasan

Adang Jukardi
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian tengah  memberikan  penjelasan kepada wartawan usai  Upacara Pelantikan Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX tahun 2019, di  kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis 31 Oktober 2019.*/ ADANG JUKARDI/PR
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian tengah memberikan penjelasan kepada wartawan usai Upacara Pelantikan Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX tahun 2019, di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis 31 Oktober 2019.*/ ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Dalam sambutan perdananya di kampus IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Kamis 31 Oktober 2019,  Menteri Dalam Negeri  M. Tito Karnavian menegaskan akan menindak keras dan tegas, apabila ada praja yang melakukan kekerasan. Bahkan ia tak segan-segan akan mempidanakan praja yang melakukan tindakan tercela tersebut.

“Tindak kekerasan tidak boleh terjadi di kampus yang menjadi kebanggaan bangsa ini. Saya akan mengambil tindakan keras dan tegas, kalau terjadi kekerasan. Apalagi kekerasan yang berlebihan hingga menyebabkan luka, cacat dan meninggal dunia. Itu pasti akan kami pidanakan,” ujar  Tito  menandaskanhal tersebut  pada “Upacara Pelantikan Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXX tahun 2019”, di lapangan Parade Abdi Praja IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis 31 Oktober 2019.

Menurut dia, semua praja IPDN adalah sipil yang berseragam sehingga  harus mempunyai watak dan mental sipil. Sekali pun  dalam kurikulum, pendidikan dan  pelatihannya ada sentuhan militer, bukan berarti diarahkan pada budaya militeristik. Namun demikian,  budaya militeristik juga tidak berarti buruk.  Ada sikap militer yang baik dan dapat diterapkan pada instansi sipil. Misalnya,  untuk membentuk kedisiplinan, kebersihan dan kesetian pada negara. Setia terhadap tiang –tiang negara, seperti Pancasila, UUD 1945,  Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. “Itu lah warna militer yang perlu ditanamkan pada adik-adik sekalian (para praja IPDN),” ujar Tito.

Akan tetapi, kata dia, jangan sampai  sikap militernya terlalu berlebihan sehingga pelatihannya murni dilakukan  seperti militer.  Contohnya, melakukan tindak kekerasan. “Saya beberapa kali melihat persitiwa kekerasan senior- junior. Pukul memukul masih terjadi. Ini tidak boleh terjadi.  Saya mantan kapolri di Akpol, lebih dari 10 orang yang sudah saya keluarkan bahkan dipindana karena melakukan  kekerasan,” ucapnya mengungkapkan. 

Ia  mengaku sangat memahami tentang seluk- beluk di dalam korps, seperti halnya korps praja. Di dalam korps, ada hubungan senior-junior termasuk kegiatan pembinaan. Salahnya, dengan  alasan pembinaan tapi dalam pelaksanaannya malah melakukan kekerasan. “Itu tidak ada gunanya. Mohon-maaf, itu hanya balas dendam senior kepada junior.  Saya akan mengambil tindakan tegas, kalau terjadi kekerasan. Seandainya ada praja yang salah, berikan tindakan fisik yang mendidik.  Seperti halnya  push up atau skot jump untuk  membentuk kedisiplinan,” tuturnya. 

 Pada upacara tersebut Tito secara resmi melantik Calon Muda Praja sebanyak 1.608 orang hingga resmi menjadi muda praja. Pelantikan yang dihadiri Plt (Pelaksana Tugas)  Rektor IPDN Hadi Prabowo,  ditandai dengan pemasangan  tanda pangkat, lencana  Kemendagri dan Lencana PPRM (Praja Pelopor Revolusi Mental). Acara pelantikan diakhir dengan defile barisan Muda Praja Angkatan XXX.***

Bagikan: