Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Pembatasan Operasional Truk di Bandung Barat Tak Jelas

Cecep Wijaya Sari
TRUK angkutan barang.*/DOK. PR
TRUK angkutan barang.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Pembatasan jam operasional kendaraan berat di Jalan Cimareme-Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, masih belum bisa dipastikan. Hal ini diantaranya disebabkan jalan tersebut sudah meningkat statusnya menjadi jalan nasional, sehingga keputusan tersebut diserahkan ke pemerintah pusat.

“Karena status jalannya sekarang nasional, kami hanya bisa mengajukan ke pusat jika memang ingin diberlakukan lagi pembatasan jam operasional tersebut. Namun, itu juga harus melalui berbagai kajian terlebih dahulu,” ujar Kepala Bidang Teknik dan Prasarana pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Fauzan, Selasa, 29 Oktober 2019.

Seperti diketahui, pembatasan jam operasional khusus kendaraan berat pernah diujicobakan pada 2018 lalu. Pembatasan diberlakukan di lima ruas jalan, yakni Jalan Cimareme, Jalan Batujajar (Cangkorah), Jalan Raya Padalarang, Jalan Cihaliwung, dan Jalan Panaris.

Pembatasan operasional tersebut berlaku untuk kendaraan berat jenis truk. Pembatasan berlaku mulai pukul 6.00-9.00 WIB serta pukul 16.00-19.00 WIB. Kendaraan yang tidak terkena pembatasan operasional, di antaranya truk pengangkut BBM, sembako, pemadam kebakaran, dan truk dinas pemerintah, TNI, dan Polri.

Fauzan mengungkapkan, rekayasa lalu lintas seperti pembatasan jam operasional untuk kendaraan berat tersebut sebenarnya tidak efektif untuk mengurai kemacetan. Soalnya, hal itu hanya memindahkan kepadatan di satu titik ke titik lain.

“Kemacetan ini terjadi akibat volume kendaraan yang terus meningkat, sementara kapasitas jalan cenderung tidak bertambah. Jadi, yang efektif tentu saja menambah kapasitas jalan,” ujarnya.

Pelebaran jalan

Lantaran status jalan tersebut sudah meningkat menjadi jalan nasional, dia berharap agar pemerintah pusat segera melakukan pelebaran jalan tersebut untuk menambah daya tampung kendaraan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelebaran jalan tersebut akan dilakukan untuk menunjang pengembangan daerah transit kereta cepat yang melintasi wilayah Bandung Barat.

Meski demikian, lanjut Fauzan, dia tidak tahu pasti mengenai realisasi pelebaran jalan tersebut. Sebab sering kali, pembangunan infrastruktur terkendala pembebasan lahan. “Seperti misalnya, rencana pembangunan Flyover Cimareme sampai sekarang berlum terealisasi karena pembebasan lahan belum selesai,” tuturnya. 

Sementara itu, terkait dengan pembatasan jam operasional truk kendaraan berat, Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi sebelumnya mempertanyakan kelanjutan rencana pemberlakuan aturan tersebut. Jam operasional yang digagas Plt Bupati Yayat T Soemitra saat itu hingga kini dinilai belum ada kejelasan.***

Bagikan: