Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

Sarat Masalah, DPRD Jabar Segera Tinjau Kondisi Sungai Citarum

Ecep Sukirman
WARGA mengambil air dari mata air Citarum  yang berlokasi di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 7 September 2019. Kualitas air yang baik dan bersih dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
WARGA mengambil air dari mata air Citarum yang berlokasi di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Sabtu 7 September 2019. Kualitas air yang baik dan bersih dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- DPRD Provinsi Jawa Barat segera terjun ke lapangan untuk meninjau kondisi Sungai Citarum serta akan segera melakukan evaluasi terkait program Citarum Harum. Hal itu dilakukan setelah adanya audiensi bersama 11 komunitas Citarum yang melaporkan masih banyaknya permasalahan di lapangan.

Adapun beberapa masalah yang saat ini masih terjadi di Citarum yang dilaporkan dari 11 komunitas Citarum, seperti adanya sedimentasi, pembuangan limbah industri dan rumah tangga, IPAL Komunal, serta beberapa masalah lain yang terjadi di hulu sungai Citarum berkaitan dengan reboisasi.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono mengatakan, menerima laporan dari komunitas Citarum yang selama ini concern menangani Citarum secara swadaya. Kata dia, laporan masyarakat masih diterima oleh komunitas ini terkait berbagai permasalahan yang terjadi padahal anggaran dari pusat cukup besar digelontorkan untuk penata kelolaan sungai melalui Program Citarum Harum.

“Dengan adanya laporan ini maka kami akan terjun langsung ke lapangan seperti apa masalah yang terjadi. Kita juga harus tahu bagaimana keseriusan pemerintah menangani Sungai Citarum ini,” kata Imam, di Bandung, Selasa, 22 Oktober 2019.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, masalah lain juga terjadi di hulu Sungai Citarum yang pohon-pohon keras sudah ditebang. Hal ini, dikatakan Imam yang memicu terjadinya longsor di beberapa titik di kawasan serta menyebabkan kerusakan di bagian hulu. 

“Artinya di sini kita harus memikirkan bagaimana melakukan reboisasi, jangan sampai ketika melakukan penanaman pohon asal-asalan sehingga tanaman tidak tumbuh. Ini kan membuang-buang anggaran,” ucap dia. 

Kemudian menurut Imam, jika masih ada permasalahan di Citarum artinya ada ketidakseriusan penanganan. Maka, kata dia, lebih baik membentuk lembaga baru yang memang hanya mengurusi Citarum. Sedangkan sekarang, lanjut Imam, lembaga terpadu yang di dalamnya tergabung berbagai instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

“Jika yang dilibatkan instansi maka akan tidak fokus. Citarum ini harus fokus jadi lembaga yang tidak mengurusi hal lain hanya untuk Citarum saja,” kata Imam.***

Bagikan: