Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Gubernur: Hadirnya UU Pesantren Menambah Istimewa Peringatan Hari Santri

Novianti Nurulliah
SEJUMLAH santri dari Pondok Pesantren Darul Hidayah Kota Bandung berjalan kaki menuju Lapangan Gasibu saat akan mengikuti Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jabar 2019, saat melintas di Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa 22 Oktober 2019. Mereka mengaku berjalan kaki dari pondoknya, karena antusias mengikuti upacara tersebut tetapi terkendala dengan biaya transportasi.*/ ADE BAYU INDRA/PR
SEJUMLAH santri dari Pondok Pesantren Darul Hidayah Kota Bandung berjalan kaki menuju Lapangan Gasibu saat akan mengikuti Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jabar 2019, saat melintas di Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa 22 Oktober 2019. Mereka mengaku berjalan kaki dari pondoknya, karena antusias mengikuti upacara tersebut tetapi terkendala dengan biaya transportasi.*/ ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR). - Peringatan Hari Santri Nasional 2019 tingkat Jawa Barat diwarnai dengan pawai taaruf yang diikuti ribuan santri dari perwakilan 27 kota kabupaten di Jawa Barat. Mereka mengitari Jalan Diponegoro dari Gasibu hingga berakhir di parkir Barat Gedung Sate Jalan Cimandiri Kota Bandung, Selasa 22 Oktober 2019.

Selain itu, terbitnya Undang-undang No 18/2019 tentang pesantren menambah istimewa peringatan Hari Santri Nasional 2019 tahun ini.

"Alhamdulillah di tahun ini peringatan hari santri ada istimewanya yaitu diloloskannya UU Pesantren, ini menandakan negara akan memfasilitasi kewajiban dari program maupun anggaran yang selama ini berbeda-beda. Selama ini ada yang terlewat karena pendidikan pesantren tradisional khususnya sering kali kurang mendapat atensi," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menyampaikan pidato Menteri Agama di Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 22 Oktober 2019.

Dengan hadirnya UU Pesantren, lanjut dia, membuat suasana Hari Santri 2019 dan ini menjadi luar biasa dan tradisi baru di Gasibu  mulai menandakan pihaknya sangat menghormati dan merayakan SDM yang datang dari pesantren ini.

"Dengan hadir UU artinya ada kesetaraan dan dukungan dari pemerintah baik program maupun anggaran untuk keberlangsungan ribuan pesantren khususnya di Jabar lebih 10.000 pesantren, " kata dia.

Melalui UU No 18/2019 fungsi pesantren tidak hanya pendidikan, tapi fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat. Dengan UU ini negara hadir memberikan rekognisi dan afirmasi dan fasilitas pada pesantren dengan tetap menjaga kekhasannya, kemandiriannya.

"Dengan UU ini maka tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnnya," ucap dia.

Menurut dia, pihaknya akan membahas turunan UU Pesantren tersebut dalam sebuah perda nantinya.

Adapun dukungan pemprov terhadap pesantren saat ini, kata Ridwan, pihaknya telah menggulirkan program One Pesantren One Product (OPOP), 1.100 pesantren sudah lolos dan sedang mempersiapkan marketing dari produknya. Ujungnya adalah kemandirian ekonomi sehingga pesantren selain mendapatkan dukungan dari negara, kemandirian ekonominya, dan itu program khas Jabar yang banyak jadi referensi provinsi lain.

"Kemudian juga pesan tahun ini temanya membawa perdamaian dunia, kita sudah melakukan, mengirim para ulama jebolan pesantren membawa dakwah di Barat ke Eropa dengan program English for ulama, lima sudah akan berangkat bulan November ini ke Eropa via Inggris, " tutur dia.***

 

Bagikan: