Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Warga Desa Mekar Laksana Hibahkan Lahan untuk Pembuatan Jalan

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH anak menyaksikan alat berat saat membuka lahan untuk pembuatan jalan alternatif.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
SEJUMLAH anak menyaksikan alat berat saat membuka lahan untuk pembuatan jalan alternatif.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Sejumlah warga pemilik lahan di Desa Mekar Laksana Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung secara swadaya menghibahkan lahan untuk pembangunan akses jalan baru sepanjang 1.200 meter lebar 7 meter yang menghubungkan Desa Mekar Laksana dan Desa Bumiwangi. 

"Sebelumnya, lahan tersebut merupakan tegalan dan sebagian kebun dan sebagian lagi tanaman palawija," kata Camat Ciparay Yusup Supriatna di Ciparay, Senin 21 Oktober 2019.

Menurut Yusup, pembukaan jalan baru itu merupakan inisiatif warga di Kampung Cisalak dan Cihonje Desa Mekar Laksana, yang membutuhkan akses jalan alternatif yang menghubungkan di dua desa tersebut. 

"Saat ini, pembukaan jalan baru itu masih dalam pembangunan. Diharapkan, pembukaan lahan untuk akses jalan baru itu segera selesai," ujarnya.

Yusup mengatakan, jika pembukaan jalan baru itu sudah rampung dan saat ini masih dalam kondisi tanah, bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai jalan alternatif. 

"Dengan adanya akses jalan tersebut, masyarakat di Desa Mekar Laksana tak perlu lagi lewat kawasan Kota Ciparay yang hendak menuju Bandung atau sebaliknya, melainkan bisa memanfaatkan akses jalan alternatif tersebut," ucapnya.

Kemudahan akses

Menurutnya, pembangunan jalan alternatif itu bisa mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Kota Ciparay. 

"Masyarakat di Desa Mekar Laksana juga akan terbantu, khususnya para petani akan mendapatkan kemudahan akses jalan. Di antaranya mempermudah hasil pertanian menjadi cepat terjual," katanya.

Ia juga mengaku bangga dengan adanya partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam pembangunan jalan tersebut. Pasalnya, mereka menghibahkan tanah tanpa ganti rugi secara finansial.
 
"Sekitar 50 pemilik tanah yang sudah menghibahkan lahan tersebut. Mereka tak mendapatkan ganti rugi secara finansial. Ini sebagai bentuk swadaya murni dan sabilulungan membangun jalan untuk kepentingan masyarakat luas," ungkapnya. 

Dikatakan camat, pembangunan jalan itu bisa menjadi aset  desa. "Tidak menutup kemungkinan kedepannya, bisa menjadi aset jalan kabupaten," katanya.

Usaha tani

Ia mengatakan, jalan tersebut bisa menjadi jalan usaha tani. Namun disinggung tentang pengerasan jalan tersebut, Camat mengungkapkan, diharapkan kedepannya ada program lain. 

"Ditargetkan pada 2020 mendatang, jalan tersebut bisa dilaksanakan pengerasan dan kemudian diaspal. Hal ini guna menunjang infrastruktur desa di Kabupaten Bandung," harapnya.

Walau masih dalam pengerjaan, katanya, warga sangat antusias menyambut pembangunan jalan alternatif itu. Bahkan banyak warga yang melaksanakan kerja bhakti, selain dalam pengerjaannya menggunakan alat berat.
 
"Kita berusaha untuk pinjam alat berat backhoe dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Bahan bakar dan tenaga operator alat berat backhoe dianggarkan oleh aparat desa. Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A Tisna Umaran yang sudah memfasilitasi alat berat untuk pembangunan jalan usaha tani tersebut," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Ia berharap, hasil usaha pertanian masyarakat Desa Mekar Laksana semakin meningkat. "Dengan adanya pembangunan jalan itu, biaya angkut hasil pertanian lebih murah dan lebih cepat dalam pemasaran. Nantinya, jalan tersebut tembus ke Desa Bumiwangi dan Jalan Raya Laswi," pungkasnya.***

Bagikan: