Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

DPRD Jabar Desak Pemerintah Menutup Bandara Husein Sastranegara sebagai Bandara Komersial

Ecep Sukirman
SEJUMLAH calon penumpang yang akan melakukan penerbangan di Bandara Kertajati sedang menunggu di terminal keberangkatan. Mulai Jumat, 26 Juli 2019, maskapai Citilink menghentikan tiga rute penerbangan dari Kertajati tujuan Denpasar, Kualanamu dan Palembang.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
SEJUMLAH calon penumpang yang akan melakukan penerbangan di Bandara Kertajati sedang menunggu di terminal keberangkatan. Mulai Jumat, 26 Juli 2019, maskapai Citilink menghentikan tiga rute penerbangan dari Kertajati tujuan Denpasar, Kualanamu dan Palembang.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

BANDUNG, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta pemerintah menutup Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, sebagai bandara komersial. DPRD Jabar pun mendorong agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, berfungsi lebih optimal.

Ketika Bandara Husein Sastranegara tidak menjadi bandara komersial, sebaiknya operasional bandara pun dikembalikan menjadi pangkalan Angkatan Udara. Selain itu, pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang menuju BIJB Kertajati pun harus dipercepat.

Hal-hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, Yod Mintaraga,, Senin, 21 Oktober 2019. Yod mengatakan, keberadaan BIJB Kertajati harus lebih memberikan manfaat untuk pembangunan Jawa Barat.

"Kami meminta pemerintah menutup Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara komersial dan mendorong BIJB Kertajati berfungsi optimal. Saat ini, BIJB Kertajati belum berfungsi secara optimal. Bandara BIJB Kertajati harus memberikan manfaat bagi pembangunan Jawa Barat," ungkap Yod.

Kota Bandung sebaiknya cukup menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan pariwisata

BANDARA Husein Sastranegara sulit untuk dikembangkan lagi.*/DOK. PR

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program besar di wilayah Segitiga Rebana. Program itu termasuk di dalamnya mengenai pengembangan aerocity.

Karena itulah, menurut dia, persoalan yang terkait dengan pengembangan BIJB Kertajati harus diselesaikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memprioritaskan pembenahan infrastruktur di BIJB Kertajati serta di wilayah Segitiga Rebana. Pusat industri di wilayah pun harus segera direlokasi ke sekitar BIJB Kertajati.

"Bandung mah geus heurin ku tangtung (Bandung sudah padat). Bandung mah cukup menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan pariwisata saja," ujar Yod yang sudah enam periode ada di DPRD Jabar.

Seperti diketahui, saat ini, BIJB Kertajati hanya tinggal dilayani oleh dua maskapai, yakni AirAsia dan Lion Air. Semula, di BIJB Kertajati tersedia juga layanan dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink.

Namun, dua maskapai itu akhirnya menutup rute penerbangannya yang melalui BIJB Kertajati. Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya, seperti akibat sepinya penumpang sehingga berdampak pada segi keuntungan yang tidak maksimal. Kondisi sepinya penumpang itu diduga dipengaruhi oleh belum terbangunnya aksesibilitas menuju bandara yang maksimal.***

Bagikan: