Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 23.4 ° C

BPJS Belum Bayar, RSUD Kabupaten Bandung Terpaksa Utang ke Bank 

Sarnapi
BPJS Kesehatan/DOK. PR
BPJS Kesehatan/DOK. PR

SOREANG,(PR).- Runah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemkab Bandung terpaksa harus berutang ke Bank Jabar dan Banten (BJB) akibat BPJS Kesehatan belum membayar tunggakan ke rumah sakit. Apabila pinjaman tidak dilakukan akan mengganggu pelayanan rumah sakit baik di RSUD Majalaya maupun RSUD Soreang.

Hal itu dikatakan  Bupati Bandung, Dadang M. Naser, di komplek Pemkab Bandung, Jumat 18 Okotber 2019. "Jumlah tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Majalaya sudah mencapai Rp 40 miliar, sedangkan di RSUD Soreang mencapai Rp 30 miliar," kata Dadang Naser.

Akibat tunggakan yang besar itu sudah mengganggu pelayanan di dua rumah sakit tersebut. "Karena rumah sakit Kabupaten Bandung khususnya RSUD Soreang melayani juga masyarakat dari Cianjur Selatan, Garut Selatan maupun Bandung Barat karena lokasinya dekat dibandingkan ke rumah sakit lain," ucapnya.
Dadang Naser meminta BPJS Pusat untuk segera koordinasi dengan kepresidenan dan menteri untuk menyediakan pinjaman ke bank negara.

“Saya mengimbau kepada BPJS pusat agar koordinasi dengan kepresidenan, dengan menteri agar kekurangan dana BPJS untuk pinjam ke bank negara, seperti BRI, atau BNI. Jangan merepotkan kami di daerah. Jangan kita yang minjam,” ujarnya.

Menurut Dadang, meski pemerintah telah memberikan dana talang kepada BPJS Kesehatan, namun masih sangat kurang. "Buktinya pembayaran ke rumah sakit di Kabupaten Bandung masih terlambat, tunggakannya masih besar," katanya.

Namun karena pelayanan kedua rumah sakit sudah terganggu sehingga Bupati akhirnya menyetujui pinjaman ke BJB. "Besaran pinjaman sebesar Rp 10 miliar dengan jaminan berupa tunggakan ke BPJS Kesehatan. Kami terpaksa meminjam uang ke bank agar masyarakat masih terlayani dengan baik," katanya.***

Bagikan: