Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Pemkab Bandung Mulai Tata Kawasan Pertanian dan Pengolahan Kopi Sebagai Objek Wisata

Handri Handriansyah
PENGUSAHA  kopi dari India Navish (kanan)  memperhatikan bibit tanaman kopi saat melakukan jelajah kopi di penyemaian kopi Malabar dalam rangkaian acara Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke 11 di Kampung Tirtasari, Desa Margamulya, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis (17/10/2019). Acara yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung berlangsung mulai tanggal 17 hingga 19 Oktober mendatang, sebagai upaya meningkatkan pamor kopi di Kabupaten Bandung.*/ADE MAMAD/PR
PENGUSAHA kopi dari India Navish (kanan) memperhatikan bibit tanaman kopi saat melakukan jelajah kopi di penyemaian kopi Malabar dalam rangkaian acara Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke 11 di Kampung Tirtasari, Desa Margamulya, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis (17/10/2019). Acara yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung berlangsung mulai tanggal 17 hingga 19 Oktober mendatang, sebagai upaya meningkatkan pamor kopi di Kabupaten Bandung.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG, (PR).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung mulai menata kawasan pertanian dan pengolahan kopi untuk dijadikan objek wisata agroforestry unggulan. Tahun ini, Disparbud tengah mengembangkan kawasan Malabar sebagai percontohan objek tersebut.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini mengatakan, kawasan tersebut ditata dengan menjadikan salah seorang pelaku UKM kopi H. Nuri sebagai ikon. "H. Nuri dkk dijadikan ikon dengan produk Kopi Malabar Pangalengan KAB Bandung," ujarnya seusai acara Jelajah Kopi di Soreang, Kamis, 17 Oktober 2019. 

Menurut Agus, proses penataan objek wisata agroforestry Kopi Malabar saat ini sudah dalam tahap persiapan dan penataan lahan.

Sementara itu, acara Jelajah Kopi yang digelar Disparbud sendiri diikuti oleh sekitar 80 peserta. Tak hanya peserta lokal, sejumlah wisatawan asing dari Vietnam, Thailand, Tiongkok, AS, Turki, Jepang, India dan Malaysia pun turut serta.

PENGUSAHA  kopi dari India Navish (kanan)  memperhatikan bibit tanaman kopi saat melakukan jelajah kopi di penyemaian kopi Malabar dalam rangkaian acara Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke 11 di Kampung Tirtasari, Desa Margamulya, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis, 17 Oktober 2019. Acara yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung berlangsung mulai tanggal 17 hingga 19 Oktober mendatang, sebagai upaya meningkatkan pamor kopi di Kabupaten Bandung.*/ADE MAMAD/PR

Agus mengatakan, acara tersebut digelar sebagai langkah awal untuk lebih meningkatkan pamor kopi Kabupaten Bandung yang tengah naik daun. Dalam acara tersebut, para peserta diajak tur ke sejumlah pusat budidaya dan pengolahan kopi.

Beberapa destinasi yang dikunjungi di antaranya kawasan Puntang, Kecamatan Cimaung, Ciwidey dan Malabar Pangalengan. Selain itu acara tersebut juga diwarnai kegiatan fotografi, offroad, dan panen kopi.

Edukasi soal kopi

Agus menambahkan, pada intinya acara tersebut memberikan edukasi kepada peserta terkait komoditas serta bentang alam pertanian kopi Kabupaten Bandung. "Apalagi saat ini kopi memang menjadi gaya hidup sebagian masyarakat sehingga menjadi daya tarik wisata bagi Kabupaten Bandung," ujarnya.

Agus mencontohkan Kopi Puntang yang notabene sudah dikenal oleh pecinta kopi Jabar dan Indonesia. Areal budidaya dan tempat pengolahannya tentu bisa menarik minat wisatawan.

"Itulah yang mendasari kami menggelar Jelajah Kopi 2019. Kami ingin meningkatkan pamor kopi sekaligus mendongkrak kunjungan wisata ke Kabupaten Bandung," kata Agus.

Acara Jelajah Kopi itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian Kompetisi Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) XI 2019. Kabupaten Bandung kali ini memang menjadi tuan rumah kompetisi bergengsi antarpetani kopi se-tanah air itu.***

Bagikan: