Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Penyempitan Sungai Picu Genangan, Aliran Sungai Menuju Hilir Kota Cimahi Perlu Dilebarkan

Ririn Nur Febriani
ALIRAN sungai melintasi perumahan di Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu 16 Oktober 2019.*/HARRY SUJANA/PR
ALIRAN sungai melintasi perumahan di Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu 16 Oktober 2019.*/HARRY SUJANA/PR

CIMAHI, (PR).- Penyempitan sejumlah sungai menjadi pemicu terjadinya genangan hingga banjir yang kerap melanda Kota Cimahi. Sungai-sungai utama di Kota Cimahi perlu dilebarkan agar aliran air tertampung dan tak melintas ke ruas jalan atau permukiman.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian review masterplan drainase Kota Cimahi oleh konsultan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

"Untuk 20 tahun ke depan Kota Cimahi harus memperlebar sungai untuk bisa menampung air," ujar Kepala Seksi Drainase pada DPKP Kota Cimahi Sambas Subagja, Rabu 16 Oktober 2019.

Ada sejumlah sungai yang dikaji dalam review masterplan drainase kota, seperti Sungai Cilember, Sungai Cimahi, Sungai Cibeureum, Sungai Cihaur dan Cibiuk. Menyempitnya beberapa sungai itulah yang menjadi permasalahan banyaknya genangan di Kota Cimahi.

"Kenapa kita banyak genangan, banjir ternyata setelah dimodelkan kapasitas sungai di kita semuanya sudah kurang memadai," ujar Sambas.

Proses pelebaran sungai-sungai utama Kota Cimahi khususnya area hilir yang akan masuk ke Kabupaten Bandung. Pada masterplan perlu dilakukan pengembangan ekodrainase atau drainase berwawasan lingkungan.

"Dalam hasil kajian juga disebutkan, setidaknya ada 17 titik lokasi yang harus dijadikan kolam retensi air atau kolam pengendali banjir. Namun tentu saja untuk membuat kolam retensi tersebut harus ada pembebasan lahan," tuturnya.

Untuk menindaklanjuti hasil review masterplan drainase kota, pihaknya memiliki waktu hingga 20 tahun ke depan sesuai jangka waktu yang ada dalam kajian. Langkah awal yaitu melengkapi dasar legal dengan membuat Peraturan Walikota (Perwal).

"Didasari dengan perwal. Setelah itu, kita akan memasukkan rencana induk ini untuk menyusun RPJMD berikutnya sampai 2030," katanya.

Untuk menjaga agar tidak semakin banyak genangan air, pihaknya meminta semua masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan terutama ke dalam aliran drainase dan sungai. Sebab kebiasaan itu akan menyumbat aliran air sehingga tersumbat dan terjadi genangan hingga banjir.

"Kesadaran masyarakat tidak membuang sampah harus ditingkatkan. Perilaku buang sampah sembarangan ke badan sungai bisa membuat cepat penuhnya kapasitas sungai dan aliran air tersumbat," tuturnya.***

Bagikan:

TERPOPULER