Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Menikah di Kejaksaan, Tak Ada Malam Pengantin Apalagi Bulan Madu

Yedi Supriadi
SEPASANG kekasih menikah di Kejaksaan karena mempelai pria sedang dalam proses hukum.*/YEDI SUPRIADI/PR
SEPASANG kekasih menikah di Kejaksaan karena mempelai pria sedang dalam proses hukum.*/YEDI SUPRIADI/PR

PERNIKAHAN biasanya dilakukan di tempat yang indah dan tempat yang sudah diidamkan sebelumnya, mengingat pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Namun bagi Wiliam, tidak demikian. Dia terpaksa harus melangsungkan pernikahan di Kantor Kejaksaan Negeri Bandung.

Pernikahan terpaksa dilakukan pemuda asal Bandung itu, karena sedang berada di dalam tahanan yang kini kasusnya ditangani kejaksaan. Pemuda yang berusia 31 tahun mengucapkan ijab kabul pernikahannya terhadap kekasihnya, Darmayanti (25).

Akad nikah digelar di Ruang Tahanan Anak Kejari Bandung dengan dihadiri para keluarga dan disaksikan Jaksa Penuntut Umum, penyidik kepolisian, serta petugas Kejaksaan Negeri Bandung. "Saya terima nikahnya Darmayanti dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Wiliam saat akad nikah yang dipandu oleh penghulu.

Pernikahan tersebut dipimpin Burhan, pejabat KUA Kecamatan Cicendo kota Bandung. Meski berlangsung sederhana, mempelai dan keluarga terlihat sangat terharu bercampur bahagia, dalam momen sakral tersebut.

Saat  proses pernikahan berlangsung, terlihat ibu dari mempelai perempuan menitikkan air mata. Bahagia bercampur sedih haru menyelimuti keluarga kedua mempelai.

Tersangka kasus narkoba

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wiliam (31) diamankan petugas Satuan Reskoba Polrestabes Bandung . Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti  narkoba sisa pakai.

Kasi Pidum Kejari Bandung, Guntur Wibowo, mengatakan, pihaknya memfasilitasi dan memberi pelayanan bagi para tahanan. Termasuk tahanan yang melangsungkan pernikahan. "Kami fasilitasi, karena menikah juga merupakan hak dari seorang tahanan. Namun tentunya, setelah pernikahan ini, tersangka harus kembali menghuni tahanan sampai perkaranya tuntas," kata dia.

"Awalnya mereka akan melangsungkan pernikahan di Polrestabes Bandung, karena hari ini pelimpahan tahap dua ke kejasaan dilakukan pagi-pagi, maka keluarganya meminta waktu kepada kejaksaan untuk melangsungkan pernikahan sebelum diperiksa dalam proses pelimpahan," tutur salah seorang penyidik kepolisian. 

Usai melangsungkan pernikahan, pengantin perempuan langsung pamit pulang. Sementara, pengantin laki-laki menuju ruang periksa pelimpahan perkaranya.

Tentu saja tidak ada istilah bulan madu atau malam pengantin buat kedua mempelai, karena saat itu juga langsung dipisahkan oleh keadaan. Wiliam yang sedang berurusan dengan pihak berwajib harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.***

Bagikan: