Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya berawan, 23.1 ° C

Wisatawan Kembali ke Kawah Putih, Area Sunan Ibu Belum Dibuka

Handri Handriansyah
WISATA alam Kawah Putih, Kabupaten Bandung, semakin dilengkapi fasilitas modern.*/ARIF HIDAYAH/PR
WISATA alam Kawah Putih, Kabupaten Bandung, semakin dilengkapi fasilitas modern.*/ARIF HIDAYAH/PR

SOREANG, (PR).- Antusiasme pengunjung objek wisata Kawah Putih pascakebakaran beberapa waktu lalu, tak mengalami penurunan. Hari pertama dibuka kembali, Minggu 13 Oktober 2019, tercatat sekitar 1.713 pengunjung datang ke objek wisata tersebut.

Duty Manager Kawah Putih, Hendri Apiarawan mengatakan, jumlah tersebut terbilang normal jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan (okupansi) pada akhir pekan sebelum kebakaran. "Sebelum kebakaran okupansi pada akhir pekan berkisar antara 1.500-2.000 orang," ujarnya saat dihubungi Senin 14 Oktober 2019.

Meskipun demikian, Hendri menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan antisipasi untuk menghindari kembali terjadinya kebakaran. Ia melansir pihaknya telah memperbanyak rambu-rambu larangan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pengunjung.

Salah satu yang utama adalah larangan merokok bagi para pengunjung. Selain itu objek yang bisa dikunjungi pun dibatasi di mana area Sunan Ibu dan Sunan Rama yang sempat terbakar, masih belum dibuka untuk umum.

Terkait kerugian akibat kebakaran, Hendri belum bisa menyebutkan karena sampai saat ini proses penghitungan masih berlangung. Yang jelas, kerugian itu termasuk objek sky walk cantigi yang sebagian ikut terbakar.

"Untuk sky walk Cantigi yang terbakar sepanjang sekitar 50 dari total 500 meter. Namun selain itu, view deck yang biasa digunakan pengunjung untuk swafoto juga terbakar," kata Hendri.

Penyelidikan

Seperti diketahui, hingga kini jajaran Kepolisian Resor Bandung memang masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di Kawah Putih. Sebelumnya, Kapolsek Ciwidey Ajun Komisaris Ivan Taufik melansir adanya dugaan unsur kesengajaan dari oknum yang membuang puntung rokok sembarangan.

"Ada saksi yang melihat sejumlah pengunjung berziarah di titik awal api muncul dan beberapa orang di antara mereka tak sengaja membuang puntung rokok. Kami akan melaksanakan penyelidikan siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian dan terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi," kata Ivan.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, padamnya titik api di Kawah Putih membuat pihaknya tinggal fokus pada satu kebakaran lahan dan hutan terakhir di Gunung Malabar. "Hari ini titik asap di Puncak Mega Gunung Malabar sudah berkurang dan diperkirakan sore sudah padam semua," ucapnya.

Setelah Malabar padam, kata Akhmad, status tanggap darurat bencana kekeringan akan diturunkan kembali menjadi siaga darurat seperti yang ditetapkan semula pada 1 Agustus - 31 Oktober 2019. Soalnya meskipun hujan sudah mulai turun, kekeringan masih berdampak pada sulitnya akses terhadap air bersih di puluhan titik se-Kabupaten Bandung hingga saat ini.

Meskipun demikian, BPBD juga tetap bersiap mengantisipasi bencana yang biasa terjadi di musim pancaroba dan musim hujan. Selain banjir yang notabene selalu terjadi, saat ini pun BPBD tengah menginventarisir titik-titik yang biasa dilanda bencana angin kencang.

"Untuk angin kencang dan banjir kami sedang menginventarisir titik-titik rawan. Selain itu kebutuhan peralatan untuk evakuasi banjir seperti perahu, tenda pengungsi dan sebagainya sudah disiapkan karena tugas kami memang untuk penanggulangan," kata Akhmad.***
 

Bagikan: