Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Sebanyak 1.600 Warga Cimahi Dapat Bantuan Rutilahu

Ririn Nur Febriani
FOTO ilustrasi perumahan.*/ANTARA
FOTO ilustrasi perumahan.*/ANTARA

CIMAHI, (PR).- Sedikitnya 1.600 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kota Cimahi tercatat mendapatkan bantuan perbaikan tahun 2019. Data penerima bantuan berdasarkan verifikasi di lapangan.

Bantuan yang didapat berasal dari berbagai sumber. Rinciannya, 465 unit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi, 700 unit rumah dari APBD Provinsi Jawa Barat. Kemudian 285 unit rumah bersumber dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang merupakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Serta 150 unit rumah bersumber dari APBN Kementerian Keuangan (rumah swadaya).

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, masih banyak anggota masyarakat yang membutuhkan bantuan dari program Rutilahu. "Daftar tunggu penerima bantuan rutilahu masih banyak, kondisi di lapangan harus kita verifikasi lagi," ujarnya, Senin 14 Oktober 2019.

Jumlah penerima bantuan rutilahu tersebut meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 1.490 unit. Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011, rumah merupakan bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya.

Persyaratan

Rutilahu merupakan rumah yang tidak memenuhi standar minimal rumah, yaitu keselamatan bangunan, persyaratan kesehatan bangunan serta kecukupan luas ruang 9 meter persegi/orang.

Syaratnya adalah bukti kepemilikan tanah sah, kondisi ekonomi pemilik memang kurang mampu, belum pernah mendapat bantuan serupa dan memiliki Kartu Tanda Pendudik (KTP). "Atau Kartu Keluarga (KK) yang berdomisili di Kota Cimahi," ucap Ajay.

Untuk itu, ia berharap dari tahap seleksi, usulan, verifikasi dan penetapan dilaksanakan dengan teliti dan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

"Sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat," katanya.

Ditargetkan November 2019

Kepala Seksi Penataan dan Pengendalian Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Cimahi, Beny, menargetkan, bantuan perbaikan Rutilahu rampung November 2019 mendatang.

"Mudah-mudahan November rampung semuanya," katanya.

Ia menerangkan, nominal jumlah yang diterima berbeda tergantung sumber pendanaan. Bantuan dari APBD Kota Cimahi nominalnya Rp15.000.000 per unit. Kemudian dari Pemprov Jabar Rp17.500.000 per unit rumah.

"Dari APBN Kemen PUPR dan Kemenkeu Rp17.500.000 juga," ucap Beny.

Ia menjelaskan, nominal bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan material dan tukang. Jika tidak mencukupi, maka rumah yang bersangkutan harus dikerjakan secara gotong royong.

"Bantuan tersebut menjadi stimulan sehingga muncul swadaya masyarakat untuk membantu menuntaskan pembangunan rutilahu secara bergotong royong," tuturnya.***

Bagikan: