Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20.4 ° C

Pemilihan Kepala Desa  Rawan Konflik Horisontal 

Sarnapi
ILUSTRASI pemilihan kepada desa.*/DOK. PR
ILUSTRASI pemilihan kepada desa.*/DOK. PR

SOREANG,(PR).- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 199 desa di Kabupaten  Bandung bisa rawan konflik akibat kedekatan antarcalon kepala desa  maupun antarwarga. Untuk itu, Pemkab Bandung meminta agar kampanye Pilkades dari 20-22 Oktober ini lebjh banyak diisi dialog dan penyampaian visi dan misi daripada pengerahan massa.

"Bukan berarti kampanye abring-abringan atau pengerahan massa tidak dibolehkan, tapi kami imbau agar kampanye diisi kampanye dialogis," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bandung, Tata Irawan, dalam santiaji Pilkades kepada panitia pemilihan kepala desa di Hotel Grand Sunshine, Senin 14 Oktober 2019.

Dia menambahkan panitia Pilkades yang dibentuk di tiap desa harus mewaspadai titik-titik rawan konflik apalagi menjelang kampanye maupun saat kampanye. "Gesekan antar calon kades maupun antar warga harus bisa dihindari. Caranya dengan menggelar kampanye bersama baik kampanye dialogis, hiburan musik maupun kalau ada pawai," katanya.

Dengan kampanye bersama ini, kata Tata, diharapkan terjadi persatuan dan kesatuan di desa dan bersama-sama membuat situasi kondusif. "Saya yakin panitia Pilkades bisa membuat Pilkades kondusif sebab mereka sudah berpengalaman dengan menjadi panitia pemungutan suara saat pemilihan legislatif dan presiden/wakil presiden lalu," ujarnya 

Mengenai jumlah calon kades di 199 desa yang menggelar Pilkades, Tata mengatakan ada 759 orang. "Sedangkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 2.094 buah untuk pemungutan suara Pilkades pada Sabtu (26/10/2019)," ucapnya

Santiaji yang dibuka Sekda Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana yang diisi pemateri yakni Cecep Suhendar (DPRD Kabupaten Bandung), KPU Kabupaten Bandung, dan akademisi. Santiaji diikuti tiga orang dari tiap desa yang mengadakan Pilkades.***

Bagikan: