Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Dijual dengan Modus Tempel, Polres Cimahi Amankan 25 Paket Sabu

Ririn Nur Febriani
RIRIN NUR FEBRIANI/PR
RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Jajaran Satnarkoba Polres Cimahi mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu dengan modus transaksi tempel. Dari satu tersangka, disita barang bukti berupa 25 paket sabu siap edar.

Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Sugeng Heryadi mengatakan bahwa peredaran narkoba dengan modus tempel kian marak dilakukan. "Usaha peredaran narkoba jenis sabu ini bisa terendus berkat laporan masyarakat," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi, Senin 14 Oktober 2019.

Tersangka yang diamankan atas nama Hera Supriatna alias Dukun (33) warga Kampung Wadon, Desa Tenjo Laut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Dia mengemas narkoba jenis sabu yang dipesan dalam plastik lalu dilakban hitam. Menurut Sugeng, tersangka ditangkap tim penyidik saat sedang melakukan aksinya di Kampung Cihanjuang, Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, 10 Oktober 2019 lalu sekitar pukul 03.00 dini hari.

"Ditempelkan di pohon, tiang listrik maupun tembok pagar yang tidak terlihat. Lokasinya lalu difoto, nanti petanya disampaikan kepada pemilik barang, nanti pemilik barang yang akan menjualnya kepada pemesan,” jelasnya.

Menurut Sugeng, penangkapan tersangka merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat yang disampaikan kepada polisi. “Saat ditangkap, dari tersangka disita barang bukti 1 plastik hitam yang berisi 25 paket sabu, 1 timbangan digital warna silver, 2 pack plastik klip bening, 1 gulung double tape, 1 gulung isolasi warna hitam dan satu handphone,” paparnya.

Tersangka Hera mengaku bahwa sabu tersebut juga didapat dengan sistem tempel dari tersangka berinisial CGN yang masih dalam pengejaran petugas. "Kami buru pemilik barangnya, semoga bisa terungkap," jelas Sugeng.

Hera menyebutkan, aksi peredaran narkoba tersebut sudah dilakoni selama 2 bulan terakhir dengan harga Rp.500.000 per paket. "Dari penjualan tersebut mendapat upah Rp.50.000 rupiah perpaket," katanya.

Akibat perbuatannya, Hera tak bisa mendampingi dan menjaga istrinya yang tengah hamil muda. "Istri saya lagi hamil 2 bulan," ucapnya.

Meski demikian, Hera seperti tak kapok akan perbuatannya karena pernah berhadapan dengan kepolisian atas kasus yang sama. "Dulu pernah ditahan juga edarkan ganja. Ditahan 4 tahun," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 112 jo 114 Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman  hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 milyar.***

Bagikan: