Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Berawan, 22.6 ° C

Kabupaten Bandung Defisit SDM

Handri Handriansyah
LOGO Kabupaten Bandung.*/DOK
LOGO Kabupaten Bandung.*/DOK

SOREANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung terus mengalami defisit sumber daya manusia akibat jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun melebihi jumlah ASN baru hasil rekrutmen dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu sulit dihindari karena Pemkab hanya bisa merekrut ASN baru baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sesuai kuota yang didapat dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Wawan Ridwan mengatakan, pada 2019 tak kurang 800-900 PNS Pemkab Bandung yang pensiun. "Jumlah itu meliputi tenaga guru, kesehatan, mitra pelaksana dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi, Minggu 13 Oktober 2019.

Sementara itu untuk rekrutmen sendiri, Pemkab Bandung pada 2019 saja hanya mendapatkan kuota 250 orang CPNS. Namun sampai saat ini mereka belum mendapat ketetapan dari pemerintah pusat.

Begitu pula untuk rekrutmen pegawai melalui jalur P3K, Pemkab Bandung pada 2019 hanya mendapatkan kuota sebanyak 700 orang. "Namun kenyataannya P3K ini gajinya dibebankan ke anggaran daerah," ucapnya.

Dalam proses seleksi P3K, kata Wawan, pendaftar sebenarnya lebih dari 1.200 orang. Yang lulus seleksi ada sekitar 707 orang.

Meskipun demikian, APBD Kabupaten Bandung baru mampu memfasilitasi gaji untuk sekitar 420 rekrutan P3K. Namun anggaran itu belum bisa direalisasikan karena Pemkab Bandung belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk penggajian P3K.

"Kalau aturan dasarnya sudah ada yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018. Namun tanpa juklah dan juknis, anggaran gaji P3K belum bisa direalisasikan," kata Wawan.

Sementara untuk tahun anggaran 2020, Pemkab Bandung sudah menyiapkan anggaran gaji untuk 707 P3K. Dengan begitu, setidaknya semua pegawai honorer yang lulus seleksi P3K pada 2019 bisa terakomodasi.

Kondisi itu jelas masih menujukkan defisit SDM sekitar 100-200 orang pada 2019. Defisit diperkirakan semakin besar karena pada 2020 juga dilansir ada sekitar 104 PNS yang juga akan memasuki masa pensiun.***

Bagikan: