Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Terbawa Arus, Sampah Penuhi Sungai Cipamokolan

Satira Yudatama
TUMPUKAN sampah dan air berwarna hitam pekat menjadi pemandangan yang lazim di Sungai Cipamokolan, Jalan Babakan Wadana, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. */PRFM
TUMPUKAN sampah dan air berwarna hitam pekat menjadi pemandangan yang lazim di Sungai Cipamokolan, Jalan Babakan Wadana, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. */PRFM

BANDUNG, (PR).- Banyak sampah mengapung pada permukaan Sungai Cipamokolan di sekitar Jalan Babakanwadana, Rancaloa, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Kebanyakan sampah merupakan kemasan berbahan plastik dari berbagai produk konsumsi sehari-hari.

Air Sungai Cipamokolan bewarna hitam, dan memunculkan bau tak sedap. Terjumpa pula sedimentasi yang telah penuh tumbuhan di bagian pinggir, dan tengah aliran Sungai Cipamokolan.

Salah seorang warga RT 4 RW 8 Rancaloa, Kelurahan Cipamokolan, Asep (60), mengatakan, sampah berdatangan setelah terjadi hujan pada beberapa hari lalu. "Warna air hitam, dan memunculkan bau tak sedap memang terjumpa sejak lama. Akan tetapi, tak ada sampah yang mengapung, terutama selama kemarau. Sampah-sampah tersebut berasal dari luar wilayah Cipamokolan, terbawa hanyut ke sini saat debit air sungai meningkat karena hujan," ucap Asep saat dijumpai di lokasi, Jumat, 11 Oktober 2019.

Personel TNI (Satgas Citarum), tutur Asep, terus membersihkan sampah-sampah mengapung beserta melakukan pengawasan di sekitar Sungai Cipamokolan. Pengawasan personel TNI bertujuan mencegah pihak yang hendak membuang sampah ke sungai. Personel gerakan Gorong-Gorong Bersih (Gober) ikut membantu personel TNI. Warga setempat juga menujukkan kepedulian, enggan membuang sampah ke Sungai Cipamokolan.

Asep mengkhawatirkan dampak atas keberadan sampah yang mengapung di Sungai Cipamokolan. Berdasarkan pengalamannya, nyamuk bertambah saat terdapat banyak sampah yang mengambang di Sungai Cipamokolan.

"Harapannya, bau tak sedap dari Sungai Cipamokolan hilang, airnya menjadi bersih. Seandainya hal itu memerlukan waktu lama, paling tidak, permukaan Sungai Cipamokolan tanpa sampah," ucap Asep.

Sejak Rabu

Warga RT 5 RW 8 Kelurahan Cipamokolan, Deden (45), mengatakan, sampah mulai berdatangan pada Rabu, 9 Oktober 2019, mengingat terjadi hujan pada Selasa, 8 Oktober 2019. Dia memperkirakan, sampah berasal dari berbagai titik di wilayah pusat Kota Bandung yang terbawa hanyut arus air. Perihal kondisi air berwarna hitam berikut memunculkan bau tak sedap, dia mengaku tak tahu penyebabnya.

Kemarin tampak personel TNI beserta petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung sedang membersihkan sampah di Sungai Cipamokolan. Salah seorang petugas kebersihan, Ahmad Soleh menyampaikan, petugas DPU bersama anggota TNI membersihkan sampah-sampah di Sungai Cipamokolan selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu. Sepengetahuannya, sampah-sampah yang terpungut sebanding dengan lima kali volume bak truk.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi menyebutkan, program beserta langkah insidental prakarsa pemerintah (Kota Bandung) dalam rangka meminimalisasi kemungkinan banjir dengan mengoptimalkan fungsi tiap-tiap sungai, anak sungai, drainase telah sinergis dengan Satgas Citarum Harum. Menurut dia, sinergi Pemkot Bandung bersama Satgas Citarum Harum dapat menghadirkan hasil lebih optimal.

Berita sebelumnya, Pemkot Bandung mengadakan gerakan Mapag Hujan, memuat upaya mengeruk sedimentasi beserta membersihkan sampah yang terdapat di sungai, anak sungai, drainase (permukiman, dan jalan).

Gerakan yang berlangsung 9-31 Oktober 2019 itu merupakan langkah jangka pendek, bertujuan meminimalisasi kemungkinan banjir dengan mengoptimalkan fungsi tiap-tiap sungai, anak, sungai, drainase. Banyak pihak yang ikut serta dalam gerakan tersebut, termasuk elemen masyarakat.***

Bagikan: