Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Puskesmas Cibiru Paling Banyak Dikunjungi Penderita Hipertensi dan Diabetes

Retno Heriyanto
PEMERIKSAAN gula darah/REUTERS
PEMERIKSAAN gula darah/REUTERS

BANDUNG,(PR).- Penyakit hipertensi dan diabetes mellitus tercatat paling banyak datang memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas Cibiru. Kondisi lingkungan dan pola hidup masyarakat ditenggarai sebagai penyebab utama.

Diungkapkan Kasi Promosi Kesehatan UPT Puskesmas Cibiru, Misrina pada Musyawarah Masyarakat Kelurahan Pasirbiru Cibiru hingga bulan September 2019 tercatat 998 orang penderita hipertensi di wilayah Cibiru ditangani Puskesmas Cibiru. Sementara warga penderita penyakit gula (diabetes mellitus) sebanyak 274 orang meduduki posisi kedua

“Masyarakat perkotaan lebih rentang terkena masalah tekanan darah hipertensi dan penyakit lainnya. Tingginya aktivitas masyarakat di perkotaan menjadi penyebab utama masyarakat kota besar lebih rentan terkena masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi,” ujar Misrina dalam paparannya pada kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bertempat di Aula Keluarahan Pasir Biru Jalan Cinunuk Cibiru Kota Bandung, Jumat, 11 Oktober 2019.
 

Dikatakan Misrina, berdasar data UPT Puskesmas Cibiru, sejak Januari hingga September 2019 tercatat 998 orang penderita hipertensi. Selain hipertensi juga penyakit gula (diabetes mellitus) sebanyak 274 orang diikuti jantung koroner (73) dan stroke (53).

“Karenanya kami menganggap sangatlah penting mengadakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan agar masyarakat mengenali masalah kesehatan diwilayahnya. Menyepakati prioritas pemecahan masalah serta menyepakati langkah pemecahan masalah,” ujar Misrini.

Sementara Lurah Pasir Biru Adad Mijahidin mewakili Camat Cibiru Didin Dikayuana, mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan di masyarakat saat ini menjadi prioritas. “Kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat di perkotaan, khususnya di wilayah Cibiru saat ini yang menjadi pengembangan pemukiman perkotaan, masih sangat rentan terhadap kepedulian masyarakat pada kesehatan,” ujar Adad.

Semisal masih tingginya penyakit hipertensi yang berakibat pada stroke, menurut Adad, tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan serta posisi tempat tinggal masyarakat ternyata memang bisa mempengaruhi risiko terkena hipertensi.”Pola hidup dan kebiasaan masyarakat yang suka mengonsumsi makanan seperti ikan asin atau menambahkan garam dalam jumlah yang tinggi pada masakannya,” ujar Adad.

Karenanya menurut Adad, meski kegiatan hanya dihadiri oleh para penggerak PKK, tapi diharapkan Musyawarah Masyarakat Prokes Kelurahan membuahkan hasil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Meski dalam menekan angka penderita penyakit di masyarakat masih sulit dilakukan, tapi minimal akan kesadaran prilaku hidup sehat dapat dilakukan.***

Bagikan: