Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Pertumbuhan UKM Berpotensi Dongkrak Nilai Ekspor

Novianti Nurulliah
PENGUNJUNG melihat produk kerajinan dari bahan koran bekas saat Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Juara di lapangan Kampus IPB, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 September 2019.*/ANTARA
PENGUNJUNG melihat produk kerajinan dari bahan koran bekas saat Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Juara di lapangan Kampus IPB, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 September 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pemerintah terus mendorong pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka. Pelaku UKM yang potensial berpeluang untuk menambah nilai ekspor dalam negeri, terlebih saat ini nilai ekspor Indonesia pada Januari-Agustus 2019 ini turun 6 persen dari periode tahun sebelumnya. 

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan RI Ari Satria mengatakan, penurunan ekspor 2019 dari Januari hingga Agustus turun 6 persen salah satunya dikarenakan dampak dari perang dagang dunia. Selain itu, produk yang banyak diekspor Indonesia itu komoditi bahan mentah seperti minyak mentah atau CPO, batu bara. 

"Harga komoditi itu fluktuatif, kita harus bergerak pada barang yang punya nilai tambah. Produk UKM ini meski kecil tapi mereka punya nilai tambah," ujar Ari di sela Workshop Masterclass Pemasaran Digital dan Mentorship Bisnis untuk Wanita Wirausaha Bandung di Novotel Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Meski turun, kata Ari, nilai ekspor tahun ini lebih banyak atau surplus ketimbang nilai impor.pasalnya nilai impor tahun ini pun turun juga. 

"Ekspor turun tapi secara surplus dan defisit ya kita masih surplus karena impor kita turun. Masih banyak ekspor," ucap dia. 

Menurut dia, meningkatkan ekspor caranya menambah pelaku ekspor makin banyak jangan sampai yang ekspor itu-itu saja pelakunya. Dengan acara penambahan kapasitas terhadap UKM, hal itu artinya memperbesar basis ekspor Indonesia. 

Ari pun mengapresiasi kegiatan swasta yang mendorong warna untuk berwirausaha termasuk gelaran kegiatan wanita wirausaha yang digelar Femina dan Facebook.

"Kegiatan ini dimotori pihak swasta Femina dan Facebook, kita dari pemerintah dukung karena kalau semua pembinaan UKM ini harus semua sama pemerintah, ya tidak bisa karena kita kan punya keterbatasan. Makin banyak yang  berperan memberdayakan UKM daerah tentunya akan kami dukung, " kata dia. 

Ari menambahkan, dengan zaman digitalisasi akan memusahkt pelaku usaha. Dulu pemasaran harus ikut pameran, ke luar kota. Dengan digitalisasi mereka bisa memasarkan dari rumah, peluang bisa besar, bisa menjangkau luar negeri. 

"Potensi produknya beragam tapi menurut saya yang menyangkut kebutuhan pokok, selama manusia hidup makanan, pakaian garmen itu sangat potensial dan itu ranah UKM, " ujar dia.***

Bagikan: