Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Jajal Profesi Wartawan Pikiran Rakyat di di Bandung Champion City

Mochammad Iqbal Maulud
ANAK-anak sedang belajar menjadi profesi yang diinginkannya, semisal menjadi pemadam kebakaran, petugas pom bensi atau petugas mini market, hingga wartawan, di Bandung Champion City di Lucky Square, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung pada Sabtu 12 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
ANAK-anak sedang belajar menjadi profesi yang diinginkannya, semisal menjadi pemadam kebakaran, petugas pom bensi atau petugas mini market, hingga wartawan, di Bandung Champion City di Lucky Square, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung pada Sabtu 12 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Banyak profesi yang digeluti oleh masyarakat Indonesia hampir 60 persennya tidak sesuai dengan pendidikan awalnya. Maka dari itu perlu ada pengenalan sejak dini pada anak-anak demi mengarahkan minat mereka ke depan agar sesuai dengan jalur pendidikannya.

Demikian diungkapkan oleh CEO Bandung Champion City (BCC) Masrah Marang saat diwawancarai disela-sela grand opening BCC, di Lucky Square, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, Sabtu, 12 Oktober 2019 pukul 12.00 WIB.

‎Menurut Masrah, secara psikologi minat anak sejak dini merupakan suatu kekuatan yang bisa menunjang pendidikan formalnya. "‎Karenanya dibutuhkan area untuk menunjang aktivitas anak tersebut. Medianya semisal BCC ini yang mampu menilai anak-anak senangnya apa," katanya.

Di tempat seperti BCC ini pun kata dia adalah hamparan aktivitas kepada setiap anak. Nantinya si anak ini pun bebas memilih apa minatnya, apa kesukaanya, dan apa cita-citanya. Tujuannya jelas agar pendidikan formalnya nanti akan mensupport anak tersebut.

"Dari sisi tempat bermain dan belajar, kami khawatir di Indonesia ini kondisi tempat bermain yang ada konten pembelajarannya cenderung negatif. Bahkan dinilai juga cenderung bahaya, semisal ada ketinggian di sana, si anak bisa loncat-loncat contohnya. Sedangkan di sini diciptakan seaman mungkin," katanya.

Sementara dari sisi pendidikan bagi anak-anak zaman sekarang pendidikan di kelas sudah tidak zaman. "Susah anak diam, apalagi diceritakan tentang buku, susah untuk senangnya. Sehingga tempat ini bisa direkomendasikan oleh guru-guru agar si anak bisa belajar lebih menyenangkan," ucapnya.

Di tempat tersebut setidaknya terdapat 78 boothh tempat pembelajaran anak. Sementara un‎tuk profesinya terdapat 170 pembelajaran profesi anak semisal menjadi polisi, tentara, pemadam kebakaran, anggota MPR bahkan jadi wartawan. Baik wartawan media cetak, online, radio maupun reporter televisi.

"Kami juga sejalankan pembelajaran di tempat ini dengan kurikulum yang ada. Kami juga menyediakan tema-tema bela Negara, kota literasi, cara berlalu lintas yang baik dan lainnya. Tentunya semuanya berbasis kurikulum yang ada sekarang," katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jawa Barat menambahkan, konsep BCC ini adalah konsep perpustakaan masa depan. Meski demikian perpustakaan serupa sudah ada namun tidak seluas BCC di Indonesia ini.

"Perpustakaan adalah transformasi kesejahteraan dari warganya, melalui perpustakaan semacam ini maka bisa menunjang pengunjungnya tidak hanya pintar secara akademik. Tapi bisa juga pintar sebagai seorang praktisi," katanya.

Riadi juga mengapresiasi di BCC ini pun para pengunjungnya yang kebanyakan anak-anak dimanjakan dengan berbagai fasilitas. Semisal anak-anak ditunjang untuk mempelajari bagaimana menjadi astronot, atau menjadi pekerja pertambangan dengan melakukan pengeboran minyak.

"Yang saya sukai adalah adanya pembelajaran manajemen keuangan di BCC ini‎. Anak-anak bisa bermain ke tempat booth-booth lainnya dengan cara bekerja terlebih dahulu. Mereka seolah digaji, nantinya mereka pun bisa membelanjakan penghasilannya di booth perbelanjaan," katanya.

Booth Pikiran Rakyat

Di BCC ini pun tersedia booth dari Pikiran Rakyat yang terdapat tepat di sebelah kanan pintu masuk dari BCC. Hanya saja booth Pikiran Rakyat ini belum memiliki plang resmi, karena belum diresmikan. Rencananya Direktur Bisnis PT Pikiran Rakyat Yanuar P Ruswita akan meresmikannya dalam waktu dekat.

"Di booth wartawan PR ini nanti anak-anak TK disiapkan pertanyaan, dan disuruh bertanya kepada profesi-profesi yang ditentukan. Sementara untuk anak SD pertanyaannya bebas, nanti jika dapat hasilnya akan diberi upah yang bisa ditukarkan atau dipakai ke tempat booth lainnya," kata Nisa (25) sang penjaga booth Pikiran Rakyat.

Nisa pun menyatakan anak-anak ini pun sebelum keluar dari booth dan berpura-pura menjadi wartawan akan memberikan pelatihan singkat bagi si anak. "Kita berikan prinsip dasar jurnalistik, yaitu 5 W 1 H. Diharapkan pertanyaan anak-anak pada profesi lainnya bisa tertata dengan baik," katanya.***

Bagikan: