Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Antisipasi Jelang Musim Hujan, Warga Melong Bersih-bersih Aliran Sungai

Ririn Nur Febriani
MASYARAKAT menggelar aksi bersih-bersih aliran sungai di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat 11 Oktober 2019. Kegiatan berlangsung di anak Sungai Cibiuk yang melintasi RW 6, 7, 32, 34 dan 35 Kelurahan Melong. Kawasan tersebut juga berbatasan dengan Kelurahan Gempolsari Kota Bandung.*/RIRIN N.F/PR
MASYARAKAT menggelar aksi bersih-bersih aliran sungai di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat 11 Oktober 2019. Kegiatan berlangsung di anak Sungai Cibiuk yang melintasi RW 6, 7, 32, 34 dan 35 Kelurahan Melong. Kawasan tersebut juga berbatasan dengan Kelurahan Gempolsari Kota Bandung.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Antisipasi musim hujan, masyarakat menggelar aksi bersih-bersih aliran sungai di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat 11 Oktober 2019. Lewat kegiatan tersebut, warga di daerah langganan banjir tersebut berupaya agar aliran air tidak terhambat yang dapat memicu banjir.

Kegiatan berlangsung di anak Sungai Cibiuk yang melintasi RW 6, 7, 32, 34 dan 35 Kelurahan Melong. Kawasan tersebut juga berbatasan dengan Kelurahan Gempolsari Kota Bandung.

Aksi bersih-bersih sungai dilakukan masyarakat bersama sejumlah pihak diantaranya aparat kelurahan, Pusdikjas, Satgas Citarum Harum Sektor 21, Katana, babinsa babinkamtibmas, tim Kecebong DPKP, Dinas Lingkungan Hidup, dan relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana Kel. Melong. Sampah yang terkumpul dari badan sungai selanjutnya diangkut oleh UPT Persampahan DLH Kota Cimahi.

Lurah Melong Deden Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Jumat Bersih (Jumsih). "Sekaligus gotong royong dan pemberdayaan masyarakat untuk membersihkan anak Sungai Cibiuk dari sampah yang memenuhi badan sungai," ujarnya.

Pihaknya senang masyarakat mau terlibat dalam kegiatan tersebut. Ajakan kegiatan ini agar masyarakat mau menjaga kebersihan lingkungannya.

"Dengan harapan dapat memberikan edukasi pada warga lainnya agar sadar akan kebersihan dan jangan buang sampah ke sungai," katanya.

Menurut dia, masyarakat Melong perlu penyadaran hal tersebut karena dampak sungai yang dipenuhi sampah bakal terasa kalau musim hujan tiba. "Sudah pasti air akan melimpas ke jalan, bahkan permukiman. Melong yang punya catatan langganan banjir harus bebenah, jangan sampai terus-terusan banjir ya harus diawali dengan perubahan perilaku masyarakat untuk tidak buang sampah ke sungai," ucapnya.

Kejadian hujan pada dua hari lalu, menurut dia, tidak berdampak genangan air masuk ke permukiman warga. "Alhamdulillah hujan kemarin enggak ada genangan ke rumah warga. Mungkin ini ada efek positif dari pengerjaan drainase yang sedang berlangsung di RW 1-2. Mudah-mudahan seterusnya tidak ada banjir berat di Melong," katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarsip) Kota Cimahi Harjono mengatakan, Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya dalam pengentasan banjir Melong yang menjadi prioritas Pemkot Cimahi. "Dinas terkait sedang mengupayakan berbagai program secara komprehensif sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di Kel. Melong," ujarnya.

Di antaranya, DPKP Kota Cimahi tengah melakukan pengerukan saluran air dan bakal membangun tanggul di perbatasan RW 1-2 Melong untuk mengurangi limpasan air dari aliran sungai ke jalan. DPUPR Kota Cimahi tengah membangun saluran drainase dan pembetonan jalan. Dinas Lingkungan Hidup juga tengah menyiapkan konsep bebersih semua wilayah sehingga diharapkan dapat membudaya seperti kegiatan Jumsih.

Tidak terbatas di wilayah Kel. Melong, masyarakat Kota Cimahi diharapkan dapat berpartisipasi dalam upaya membersihkan lingkungan masing-masing termasuk saluran air yang melintas di permukiman. "Sampah yang menyumbat saluran air kerap memicu genangan, antisipasinya dengan membersihkan lingkungan. Sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan terutama jelang musim hujan," katanya.***

Bagikan: