Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Soreang Diguyur Hujan, Tak Lama Setelah Warga Salat Istisqo

Handri Handriansyah
ILUSTRASI hujan dibarengi petir.*/DOK. PR
ILUSTRASI hujan dibarengi petir.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Hujan deras langsung mengguyur wilayah Soreang, Kabupaten Bandung setelah jajaran Pemkab dan masyarakat menggelar Salat Istisqo bersama, di Lapangan Upakarti, Kamis 10 Oktober 2019. Sebagai bentuk syukur, Bupati Bandung Dadang M. Naser pun mengimbau masyarakat untuk membenahi lingkungan menjelang musim hujan.

Dadang mengakui bahwa wilayah Kabupaten Bandung memang masih menjadi langganan bencana baik kekeringan di musim kemarau maupun banjir di musim hujan. "Bencana itu datang akibat ulah tangan manusia," ujarnya.

Dadang menambahkan, Tuhan sudah memberi petunjuk bagaimana manusia seharusnya bersahabat dan memelihara alam. Namun kenyataannya masih banyak perilaku oknum masyarakat yang tidak menyadari pentingnya hal itu.

"Masih banyak yang membuang sampah sembarangan di musim hujan, gorong-gorong macet. Oleh karena itu kami sudah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk sama-sama membersihkan gorong-gorong agar tidak banjir saat musim hujan," kata Dadang.

Selain itu, kata Dadang, pemerintah pun terus melakukan antisipasi melalui berbagai program termasuk program strategis nasional terkait Citarum Harum. Namun ia menyadari bahwa perkembangannya saat ini masih belum cukup mengatasi masalah banjir.

"Ternyata menurut para ahli masih belum cukup. Masih harus ada danau-danau buatan lain untuk menampung air. Soalnya ini Cekungan Bandung yang sejak peninggalan Belanda terdiri dari banyak danau," tutur Dadang.

Saat ini, kata Dadang, sudah banyak danau yang hilang. Akibatnya, tidak ada sarana untuk menampung kelebihan air di musim hujan.***

Bagikan: