Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 22.7 ° C

Pramuka Pengusaha Didorong Berkoperasi

Ai Rika Rachmawati
ANDALAN Bidang Usaha dan Kemandirian Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar, Hendri Hendarta, (berdiri), berbicara pada Pelatihan Lanjutan Kewirakoperasian Pramuka di Kwarda Gerakan Pramuka Jabar, Jalan Cikutra, Bandung, Kamis, 10 Oktober 2019.*/AI RIKA RACHMAWATI/PR
ANDALAN Bidang Usaha dan Kemandirian Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar, Hendri Hendarta, (berdiri), berbicara pada Pelatihan Lanjutan Kewirakoperasian Pramuka di Kwarda Gerakan Pramuka Jabar, Jalan Cikutra, Bandung, Kamis, 10 Oktober 2019.*/AI RIKA RACHMAWATI/PR

BANDUNG, (PR).- Pramuka pengusaha didorong untuk berkoperasi dan berkolaborasi guna meningkatkan daya saing. Dengan koperasi, mereka akan lebih kuat baik dari sisi permodalan maupun pemasaran.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Bidang Usaha dan Kemandirian Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Mustopa Djamaludin, pada Pelatihan Lanjutan Kewirakoperasian Pramuka di Kwarda Gerakan Pramuka Jabar, Jalan Cikutra, Bandung, Kamis, 10 Oktober 2019. Menurut dia, saat ini, sejumlah pramuka pengusaha masih terkendala berbagai persoalan, termasuk keterbatasan permodalan.

"Daripada meminjam dana ke pihak lain, lebih baik pramuka pengusaha berkoperasi," ujar Mustopa yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jabar.

Ia mengatakan, dengan berkoperasi, mereka akan mendapatkan daya juang dan daya dukung yang lebih maksimal. Nilai tambah yang diperoleh dari setiap transaksi di koperasi juga akan kembali kepada anggota, bukan pihak ketiga. 

Ditambahkannya, berkoperasi bukan hanya bisa menyelesaikan persoalan permodalan. Anggota koperasi juga bisa mendapatkan bantuan untuk membuka akses pemasaran yang lebih luas dan akses bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif.

Pengusaha perlu waktu dan adopsi teknologi

FOTO ilustrasi perkemahan pramuka.*/ANTARA

Sementara itu, Andalan Bidang Usaha dan Kemandirian Gerakan Pramuka Kwarda Jabar, Hendri Hendarta, mengatakan, ia berharap agar pramuka pengusaha jangan lelah berinovasi dan berkreasi. Banyak produk pramuka pengusaha yang potensial untuk menjadi unggulan Jabar.

Hanya saja, menurut dia, beberapa di antaranya masih memerlukan waktu untuk bisa menembus pasar yang lebih luas. Namun, tidak menutup kemungkinan, ke depan, produk pramuka pengusaha bisa ditemukan dengan mudah di jaringan ritel ternama.

"Sekarang sudah banyak kreasi-kreasi baru yang kreatif dan inovatif dari pramuka pengusaha. Tinggal bagaimana respon pasar dan kemampuan pengusaha dalam mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan kapasitas produksi," ujarnya.

Sebagai langkah awal, menurut dia, pramuka pengusaha bisa memaksimalkan setiap peluang pasar yang ada dari kegiatan pramuka. Misalnya, memasarkan produk melalui Warung Pramuka, Kwarda, atau pada gelar produk kegiatan kemah pramuka.

Ia mengatakan, anggota Pramuka adalah captive market bagi pramuka pengusaha. Jumlah anggota Pramuka di seluruh Indonesia juga sangat banyak, mencapai puluhan juta orang.

"Pada saat bersamaan, pramuka pengusaha juga harus memaksimalkan teknologi informasi untuk mengakselerasi pemasaran," kata Hendri yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jabar.

Menurut dia, adopsi teknologi informasi juga sangat penting untuk mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi. Bukan hanya untuk pemasaran, adopsi dilakukan juga pada sejumlah kegiatan operasional, termasuk pencatatan keuangan.***

Bagikan: