Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Perampasan di Jalan Peta, Korban Kehilangan Bor Listrik Puluhan Juta

Mochammad Iqbal Maulud
KAPOLSEKTA Bojongloa Kaler, Komisaris Polisi Apong Wasrun saat menanyai DS (38) residivis yang memalak bor listrik milik korbannya di Mapolsekta Bojongloa Kaler, Kota Bandung pada Rabu 9 Oktober 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
KAPOLSEKTA Bojongloa Kaler, Komisaris Polisi Apong Wasrun saat menanyai DS (38) residivis yang memalak bor listrik milik korbannya di Mapolsekta Bojongloa Kaler, Kota Bandung pada Rabu 9 Oktober 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Istrinya lagi sakit, seorang residivis mengulangi perbuatan tidak terpujinya lagi. DS alias Goler (38) melakukan penodongan dan perampasan terhadap korban Dennis, yang harus kehilangan handphone dana peralatan bor seharga Rp 20-30 juta.

Korban merupakan seorang pekerja bangunan di proyek pembangunan Mall City Link yang saat itu hendak pulang melewati Jalan Peta, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.

"Jadi korban baru saja pulang kerja di proyek pembangunan mall membawa peralatan bor seharga puluhan juta. Pelaku atas nama DS alias Goler (38) sedang membutuhkan uang untuk istrinya sakit, maka pelaku mengancam korban dengan golok untuk menyerahkan barang-barang miliknya," kata Kapolsekta Bojongloa Kaler, Komisaris Polisi, Apong Wasrun didampingi Kanitreskrim Inspektur Satu Maman Suparman, di Mapolsekta Bojongloa Kaler, di Jalan Numi Kopo Kencana, Kota Bandung pada Rabu 9 Oktober 2019.

Menurut Apong pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras sehingga menodong korban dengan kata-kata kasar. "Korban pun menyerahkan barang-barang miliknya yaitu satu unit ponsel dan bor merk Bosch," katanya.

Bor tersebut, kata Apong, berharga sekitar 20-30 juta rupiah dan menjadi tanggung jawab korban yaitu Dennis saat bekerja. "Jadi korban memiliki tanggung jawab menjaga bor listrik sekaligus alat gurinda tersebut," kata Apong.

Saat mengalami kejadian perampasan barang miliknya tersebut, korban pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polsekta Bojongloa Kaler. 

"Kami pun langsung melakukan penyelidikan siapa yang melakukakannya kebetulan ciri-ciri pelaku kami kenali. Ternyata pelaku merupakan seorang residivis atas kasus serupa dan baru keluar pada tahun 2018 lalu," katanya menambahkan.

ILUSTRASI pelaku pembacokan.*/DOK. PR

Dalam hitungan jam

Polisi pun langsung mencari keberadaan pelaku, kata Apong. Hanya dalam hitungan jam, pelaku akhirnya bisa ditangkap di kediamannya. Pelaku pun mengakui segala perbuatannya dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan.

Pelaku Goler di Mapolsekta Bojongloa Kaler mengaku melakukan hal tersebut dikarenakan terpaksa. Apalagi istrinya membutuhkan uang untuk berobat penyakit yang dideritanya secara tiba-tiba. "Jadi saya sedang butuh uang. Apalagi saya dalam pengaruh minuman keras," katanya.

Saat kejadian, kata Goler, dia sedang nongkrong bersama teman-temannya di Jalan Peta tersebut. Namun ada pesan masuk melalui ponselnya yang isinya menceritakan istrinya sedang membutuhkan pengobatan secara cepat. "Jadi saya gelap hati dan akhirnya memalak korban," katanya.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku Goler dijerat pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan. Sementara hukuman yang diterimanya adalah maksimal tahanan penjara selama 12 tahun.

"Kami juga amankan barang bukti berupa golok yang dipakai pelaku untuk mengancam korban. Selain itu diamankan juga sebuah ponsel dan bor yang dicuri pelaku dari korban," katanya.

Oleh karena itu, Apong mengimbau kepada warga Kota Bandung khususnya di wilayah hukum Bojongloa Kaler untuk lebih waspada. "Kalau pulang malam hari lebih baik pulang bersama-sama agar kejadian pemalakan ini tidak terjadi lagi," katanya.***

Bagikan: