Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 22.7 ° C

Kemenag Jabar Minta Travel Umrah Isi Bandara Kertajati

Sarnapi
ILUSTRASI ibadah haji.*/DOK. PR
ILUSTRASI ibadah haji.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kanwil Kemenag Jabar meminta agar perusahaan penyelenggara ibadah umrah (PPIU) untuk memberangkatkan jemaah umrah dari Bandara Kertajati. Namun PPIU mengaku belum ada jadwal penerbangan umrah reguler ke Bandara Kertajati sehingga menyulitkan.

"Fasilitas yang ada di Jawa Barat seperti Bandara Kertajati  harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bandara Kertajati agar dipakai juga untuk penerbangan umrah," ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Jabar, Ajam Mustajam, Rabu 9 Oktober 2019.

Lebih jauh Ajam mengatakan, sudah ada kesepakatan dengan PPIU pasca-Ramadan lalu yakni PPIU akan memakai Bandara Kertajati untuk penerbangan umrah mulai September 2019. "Namun nyatanya belum ada PPIU yang memberangkatkan jemaah umrah dari Bandara Kertajati. Sebenarnya dengan adanya jemaah umrah membuat Bandara Kertajati akan ramai," ucapnya.

Ajam mengaku hanya mengingatkan kesiapan PPIU untuk pemberangkatan jemaah umrahnya dari Bandara Kertajati. "Sebagai aparatur pemerintah tentu kami sebatas mengingatkan agar fasilitas yang sudah dibangun untuk digunakan semaksimal mungkin," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jabar, Wawan Ridwan Misbach mengatakan, pihaknya siap meminta PPIU untuk memberangkatkan sebagian jemaah umrahnya melalui Bandara Kertajati. 

"Misalnya saya sebagai pimpinan Qiblat Tour akan memberangkatkan sebagian jemaah dari Bandara Kertajati. Demikian juga PPIU lainnya, tapi masalahnya apakah pesawat terbangnya sudah siap?" tanyanya.

Dia menambahkan, pemberangkatan jemaah umrah sudah dijadwalkan sejak lama sehingga harus ada jaminan kepastian penerbangan. "Sampai sekarang tidak ada penerbangan reguler ke Bandara Jeddah maupun Bandara Madinah dari Bandara Kertajati," katanya.

Dia meminta agar ada kepastian jadwal pesawat terbang secara terjadwal di Bandara Kertajati. "Kalau pesawatnya tidak terjadwal rutin apalagi tidak jelas jadwalnya, maka PPIU juga rugi. Kami tak bisa mempertaruhkan reputasi pelayanan hanya karena harus mengisi Bandara Kertajati," katanya di kantor Qiblat Tour.

Mengenai problem jalan akses ke Bandara Kertajati karena belum ada akses tol Cisumdawu, Wawan mengatakan tidak menjadi masalah sebab waktu tempuh dari Bandung juga sekitar 2,5 jam ke Bandara Kertajati. "Kami sudah melakukan uji coba waktu tempuh dari Kota Bandung ke Bandara Kertajati lewat jalan tol Cipali yang ternyata hanya 2,5 jam. Masalab utamanya bukan akses, tapi sediakan dulu penerbangan umrah terjadwal lalu baru panggil travel umrah," katanya.***

Bagikan: