Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 26.5 ° C

Kamar Terduga Teroris di Gunung Batu Bandung Digeledah Polisi

Mochammad Iqbal Maulud
KAMAR kontrakan milik terduga teroris dipasangi garis polisi setelah sebelumnya digeledah Densus 88 dan Polda Jabar pada Kamis 10 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
KAMAR kontrakan milik terduga teroris dipasangi garis polisi setelah sebelumnya digeledah Densus 88 dan Polda Jabar pada Kamis 10 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Densus 88 bersama Polda Jabar menggeledah kamar kontrakan yang pemiliknya merupakan anggota teroris. Penggeledahan ini dilakukan tepatnya di Jalan Gunung Batu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Kamis, 10 Oktober 2019.

Kamar kontrakan yang ditempati oleh terduga teroris atas nama Wahyu (22) ini pun terpaksa diberi garis polisi. Sementara keadaan kamar sudah acak-acakan seusai penggeledahan berakhir sejak pagi di hari yang sama.

Pemilik rumah yang di dalamnya ada kamar Wahyu ini, Agus (45) mengatakan selama ini Wahyu tidak tampak dicurigakan. Bahkan sehari-harinya menurut Agus, Wahyu tidak menampakkan gerakan-gerakan yang mencurigakan.

"Saya sudah anggap seperti anak sendiri, bahkan jika saya keluar rumah, dan melihat penjual makanan, saya suka berhenti untuk membeli untuk nantinya diserahkan pada Wahyu. Apalagi selama ini Wahyu adalah anak yang tidak memiliki orangtua atau yatim piatu," katanya.

Pada saat penggerebekan dilakukan, menurut Agus Wahyu pun langsung dilakukan tes urine. Hasilnya kata Agus, Wahyu kedapatan positif telah menggunakan narkoba. Narkoba yang digunakan oleh Wahyu ini adalah jenis ganja.

"Positif menggunakan ganja, saya tidak menyangka saja, padahal dia bukanlah anak yang macam-macam. Kalau keluar dari kontrakan pun Wahyu mengaku pergi ke kampus. Kebetulan, Wahyu merupakan seorang mahasiswa ISBI yang mendalami jurusan peran," katanya.

Disinggung, apakah Wahyu merupakan seorang yang taat beragama, Agus menyangkalnya. Menurut Agus, Wahyu menjalankan agamanya biasa-biasa saja dan tidak berlebihan. "Bahkan kalau diajak ke masjid pun dia agak susah," katanya.

Berdasarkan keterangan anggota kepolisian yang hadir saat penggerebekan, Wahyu ini kata Agus, terpapar aliran radikalisme. Sehingga‎ akhirnya Wahyu diperiksa dan ditangkap untuk proses pengembangan jaringan lainnya, khususnya di Kota Bandung.

Oleh karena itu Agus pun berharap kasus Wahyu ini segera dituntaskan. Apalagi kata dia dengan pemberian garis polisi di kamar milik Wahyu, suasana kos-kosan yang dimiliki Agus ini, suasananya jadi terasa sedikit‎ mencekam. 

Pantauan wartawan, sejumlah isi lemari dan laci di kamar tersebut sudah digeledah. Tampak juga baju batik milik Wahyu digantung dengan rapi di kamar tersebut. "Namun untuk barang-barang di dalamya sudah digeledah oleh Densus 88 dan Polda Jabar," kata Agus.***

Bagikan: