Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 26.5 ° C

Bukti Dugaan Terorisme Ditemukan di Kontrakan Mahasiswa di Buah Batu Bandung

Mochammad Iqbal Maulud
KAMAR kontrakan milik terduga teroris dipasangi garis polisi setelah sebelumnya digeledah Densus 88 dan Polda Jabar pada Kamis 10 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
KAMAR kontrakan milik terduga teroris dipasangi garis polisi setelah sebelumnya digeledah Densus 88 dan Polda Jabar pada Kamis 10 Oktober 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan terjadinya penggeledahan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Kota Bandung. Penggeledahan tersebut kata Truno dilakukan di sebuah bengkel di Jalan Gunung Batu, Kelurahan Sukaraja Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Kamis 10 Oktober 2019 Siang.

"Ada beberapa barang bukti yang diamankan di tempat kontrakan terduga teroris berinisial WBN‎. Pada penggeledahan tersebut, ada beberapa barang bukti yang diamankan," katanya.

Diantara yang diamankan adalah 3 bungkus serbuk berwarna berbeda, 1 bungkus gotri airsoftgun, 4 isi ulang gas airsoftgun, 1 pisau belati, 1 fotokopi artikel berjudul 'Hukum Seputar Baiat'. Lalu ada juga 1 fotokopi artikel revolusi Syiah, 1 fotokopi artikel tentang konsep rencana amaliyah. Selain itu ada juga beberapa dokumen pribadi, catatan nomor ponsel dan beberapa pakaian.

"‎Nanti untuk pengembangan dan jaringannya, saat ini tengah didalami Densus 88 anti teror," kata Truno.

Diberitakan, Densus 88 bersama Polda Jabar menggeledah kamar kontrakan yang pemiliknya merupakan anggota teroris. Kamar kontrakan yang ditempati oleh terduga teroris ini pun terpaksa diberi garis polisi. Sementara keadaan kamar sudah acak-acakan seusai penggeledahan berakhir sejak pagi di hari yang sama.

Pada saat penggerebekan dilakukan, terduga dilakukan tes urine. Hasilnya kedapatan positif telah menggunakan narkoba jenis ganja. Berdasarkan keterangan anggota kepolisian yang hadir saat penggerebekan, terduga teroris telah terpapar aliran radikalisme. Sehingga‎ akhirnya diperiksa dan ditangkap untuk proses pengembangan jaringan lainnya, khususnya di Kota Bandung.***

Bagikan: