Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 26.5 ° C

Angkutan Shuttle Gratis di Bandung, Mungkinkah?

Satira Yudatama
ILUSTRASI bus sekolah.*/DOK. PR
ILUSTRASI bus sekolah.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Bertujuan mengurangi peredaran kendaraan pribadi di jalan, Pemerintah Kota Bandung berniat menyediakan angkutan pulang dan pergi (shuttle) gratis. Sasaran angkutan shuttle mencakup kalangan mahasiswa, wisatawan, juga aparatur sipil negara (ASN).

Pemkot Bandung berpandangan, gagasan menyediakan angkutan shuttle sangat memungkinkan terlaksana. Apalagi, terdapat sejumlah bus sekolah yang terparkir (idle).

Kepala UPT Pengelola Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yudhiana, mengatakan, terdapat sejumlah 36 bus yang berfungsi untuk pemenuhan keperluan transportasi siswa sekolah. Jumlah tersebut belum termasuk bus bantuan dari pemerintah pusat.

"Sejumlah 11 bus yang masih berjalan, dan 1 cadangan. Sementara itu, sisa bus yang idle bisa untuk penyediaan angkutan transportasi shuttle," kata Yudhiana di Bandung, Rabu, 9 Oktober 2019.

Pembicaraan perihal penyediaan shuttle bagi mahasiswa, ucap Yudhiana, sudah mengemuka. Mahasiswa datang ke selter di suatu titik, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang bus ke kampus masing-masing. Rute shuttle tetap, dan mempunyai sejumlah waktu keberangkatan beserta kedatangan yang terjadwal.

Yudhiana mengatakan, Kepala Dishub Kota Bandung EM Ricky Gustiadi tengah menjajaki gagasan pelaksanaan gagasan tersebut, memulai di kalangan internal dinas. "Saat hendak ke kantor, pegawai Dishub Kota Bandung memarkirkan kendaraan di selter, kemudian lanjut dengan menggunakan shuttle," ucap Yudhiana.

Perlu kajian detail

Sebelum merealisasikan gagasan angkutan shuttle, Yudhiana mengatakan, perlu ada kajian detail. Hal itu bertujuan agar penerapan gagasan itu betul-betul menghadirkan manfaat.

"Saat ini masih berupa gagasan. Kami siap menyusun kajian perihal penyediaan shuttle," ucap dia.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, gagasan penyediaan shuttle sangat memungkinkan terlaksana. Bukan hanya bagi kalangan mahasiswa, shuttle juga bisa menyasar wisatawan. Dia berkeinginan, lokasi selter shuttle tersedia di dekat tiap-tiap stasiun kereta api.

"Jadwal perjalanan kereta api yang menuju Kota Bandung sangat banyak. Demikian pula jadwal kereta api yang berangkat dari Kota Bandung," ucap dia.

Yana hendak mengamanahkan kepada jajaran Dishub Kota Bandung agar mulai menyusun kajian angkutan shuttle, termasuk rute-rutenya. Menurut dia, andaikan terlaksana dengan titik-titik selter terletak di dekat stasiun kereta api, gagasan itu bakal efektif mengurangi peredaraan kendaraan di jalan. Apalagi, jika shuttle memiliki banyak jadwal keberangkatan, misalkan setiap 30 menit.

Kerjasama pariwisata

Saat gagasan telah terlaksana, tutur Yana, Pemkot Bandung bisa menawarkan kerja sama kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kota Bandung.

"Mengurangi beban jalan sekaligus memberi pelayanan lebih bagi wisatawan. Wisatawan bisa berkunjung ke sejumlah pusat perbelanjaan," tutur Yana.

Perihal penggunaan angkutan shuttle bagi ASN, Yana menyebutkan, juga memungkinkan. Akan tetapi, pihaknya perlu lebih dulu menyusun pemetaan perihal domisili para ASN.

Pemkot Bandung, ucap Yana, berkomitmen menghadirkan transportasi massal aman, murah, dan nyaman. Dalam aspek waktu tempuh pun dapat terukur.

"Setelah ada transportasi massal memadai, kami berani menerapkan kebijakan drastis bagi pengguna kendaraan pribadi, misalkan tarif tinggi parkir," ucap Yana.***

Bagikan: