Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Ada Sedimentasi di Hampir Seluruh Sungai dan Anak Sungai di Kota Bandung

Satira Yudatama
ILUSTRASI sedimen sungai.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI sedimen sungai.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Sedimentasi ada di hampir seluruh sungai beserta anak sungai di wilayah Kota Bandung. Terdapat 46 sungai beserta anak sungai yang berada di kota Bandung.

Sedimentasi berasal dari material air larian (run off) kawasan hulu yang mengalir ke saluran (air) permukaan. Daerah tangkapan air (catchment area) tak berfungsi baik karena berkondisi kritis, perlu penghijauan.

Demikian pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi seusai gerakan Mapag Hujan, Maraton Bebersih Susukan dan Walungan di sekitar aliran Sungai Cinambo, Jalan Soekarno Hatta, Rabu, 9 Oktober 2019. 

Didi mencontohkan, tebal sedimentasi di Sungai Cinambo mencapai sekitar satu meter. Sebagian besar catchment area Sungai Cinambo berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Dalam rangka mengurangi tingkat sedimentasi Sungai Cinambo, Pemkot Bandung telah, dan bakal terus melakukan penghijauan di catcment area yang berada dalam wilayah Kota Bandung, seperti Cisurupan.

Kemungkinan air dari Sungai berikut anak sungai Cinambo meluap, ucap Didi, cukup tinggi. Sungai beserta anak sungai Cipamulihan, Citepus, dan Cibereum juga memiliki tingkat kerawanan meluap cukup tinggi.

Upaya pengerukan sedimentasi

Gerakan Mapag Hujan memuat upaya mengeruk sedimentasi beserta membersihkan sampah yang terdapat di sungai, anak sungai, drainase (permukiman, dan jalan). Personel dari Dinas Pekerjaan Umum, Organisasi Perangkat Daerah lain yang memiliki tugas menangani kebersihan, aparatur kewilayahan, komunitas, juga kalangan masyarakat umum mengikuti gerakan membersihkan sungai, anak sungai, serta drainase.

Gerakan yang berlangsung 9-31 Oktober 2019 itu merupakan langkah jangka pendek, bertujuan meminimalisasi kemungkinan banjir dengan mengoptimalkan fungsi tiap-tiap sungai, anak, sungai, drainase.

Perihal langkah jangka panjang penanggulangan banjir beserta konservasi air, Didi menyebutkan, berupa program penghijauan di catcment area, dan pembuatan resapan air di tiap-tiap lahan (termasuk lahan yang terisi bangunan). Tengah ada upaya penanaman pohon, prakarsa dari kalangan komunitas sepeda guna memulihkan fungsi catchment area di Pasirluhur.

"Kami berupaya mencari bibit tanaman ke Organisasi Perangkat Daerah lain di lingkungan Pemkot Bandung, dan instansi eksternal," ucap Didi.

Gerakan sepuluh drumpori

Sementara itu, bagian bentuk program resapan air tertera dalam pencanangan gerakan sepuluh drumpori pada tiap-tiap RW di Kota Bandung pada 2020. Tiap-tiap RW bisa memanfaatkan dana Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK).

Dinas PU telah menggelar pelatihan pembuatan drumpori bagi masyarakat. Apabila sesuai perencanaan, berdasarkan jumlah RW (1.584) di Kota Bandung, bakal ada 15.840 drumpori tambahan.

Persepsi banjir akibat kapasitas sungai kurang optimal mengalirkan air, menurut Didi, kurang tepat. Justru, faktor utama penyebab banjir terletak pada persoalan kapasitas lahan menyerap air.

"Saat lahan mampu menyerap air secara optimal, volume limpasan (air) ke sungai, atau anak sungai tak akan terlalu banyak," ucap Didi.

Wali Kita Bandung Oded M. Danial mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta dalam gerakan. Gerakan menggambarkan sikap Pemkot Bandung yang bersyukur kepada Allah swt, dan ungkapan cinta akan alam. Menurut Oded, ikut serta dalam gerakan termasuk sebagai cara bersyukur atas berkah hujan.***

Bagikan: