Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

KBB Akan Menyumbang 75 Ton Sampah Per Hari ke TPA Legoknangka

Cecep Wijaya Sari
TPA Legoknangka di Jalan Raya Nagreg.*/ADE MAMAD/PR
TPA Legoknangka di Jalan Raya Nagreg.*/ADE MAMAD/PR

NGAMPRAH, (PR).- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Apung Hadiat Purwoko mengungkapkan, daya tampung TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat masih memungkinkan hingga 2023 nanti. Hal ini seiring dengan adanya perluasan lahan beberapa hektare di lokasi tersebut.

Meski demikian, Pemkab mendukung operasional TPA Legoknangka sebagai TPA regional. Pada Rabu 9 Oktober 2019, Bupati Bandung Barat Aa Umbara beserta sejumlah kepala daerah lainnya telah menandatangani kesepakatan untuk memberikan kontribusi sampah daerah ke TPA Legoknangka.

"Dari pertemuan kemarin dengan gubernur, Pak Bupati menyepakati untuk memberikan 75 ton sampah per hari ke Legoknangka nanti. Sementara sisanya, akan dikelola oleh pemerintah daerah," ujar Apung, Rabu 9 Oktober 2019.

Menurut Apung, saat ini volume sampah per hari di Bandung Barat mencapai sekitar 500 ton. Namun setelah beberapa tahun ke depan, diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi 800 ton sampai 1.000 ton per hari seiring dengan pertambahan penduduk.

Lokasi pengelolaan sampah nantinya masih akan berada di sekitar TPA Sarimukti. Rencananya, pada 2021 nanti akan dilakukan kajian lokasi untuk kelayakan tempat pembuangan sampah.

"Lalu, tahun 2022 nanti, kami akan mulai melakukan pembebasan lahan masyarakat agar lahan tersebut menjadi milik Pemda. Selanjutnya, kami akan mencari investor yang berminat mengelola sampah di sana," ujar Apung.

Sementara itu, Kepala Desa Sarimukti Didin Robani sebelumnya mengungkapkan, sejauh ini TPA Sarimukti sangat berkotribusi terhadap pembangunan di desanya. Bahkan, hampir separuh warga desa yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa mengais rezeki di TPA.

Oleh karena itu, Didin menyesalkan  akan berakhirnya operasional TPA beberapa tahun ke depan.  Sebab hal itu akan berdampak signifikan terhadap pembangunan desa serta kesejahteraan masyarakat setempat.***

 

Bagikan: