Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Tiga Kawasan yang Paling Diantisipasi Pemkot Bandung di Musim Hujan

Tri Joko Her Riadi
BANJIR cileuncang di alun-alun Ujungberung.*/RETNO HERIYANTO/PR
BANJIR cileuncang di alun-alun Ujungberung.*/RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Menjelang datangnya musim penghujan, Pemerintah Kota Bandung mengantisipasi ancaman banjir bandang dan longsor di kawasan utara kota. Tiga kawasan yang mendapat prioritas adalah Cicaheum, Punclut, dan Ujungberung.

Dalam catatan Pikiran Rakyat, banjir bandang menerjang kawasan Cicaheum pada pertengahan Maret 2018 lalu. Tidak ada korban jiwa, tapi kerusakan parah menimpa ratusan rumah warga.

Banjir juga memutus jalan raya selama beberapa jam. Di Punclut dan Ujungberung, tercatat beberapa kali tanah longsor.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Dadang Iriana menyatakan, Pemkot memberikan perhatian lebih di daerah rawan longsor dan banjir bandang. Kawasan permukiman di utara kota merupakan titik-titik rawan karena berada di lereng dengan tingkat kemiringan yang tinggi. Air hujan yang tidak tertampung di saluran air bakal meluap dan berpotensi menjadi banjir bandang.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, karang taruna, dan juga para relawan.  Salah satu yang mendesak adalah gotong-royong membersihkan saluran air, mulai dari selokan, gorong-gorong, hingga sungai,” tutur Dadang, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dijelaskan Dadang, pembersihan saluran air penting dilakukan untuk mengantisipasi datangnya volume air hujan yang tiba-tiba besar. Dengan mengangkat sampah dan sedimen, daya tampung saluran air kembali normal sehingga mampu mencegah luapan air yang melaju kencang ke arah kota.

Selain sampah dan sedimen di saluran air, Dadang juga mengingatkan potensi bahaya yang muncul akibat retakan-retakan tanah yang muncul selama musim kemarau. Tidak untuk dilupakan adalah kondisi kirmir dan bendungan.

Secara resmi, Pemkot Bandung bakal segera menerbitkan surat edaran ke aparat-aparat kewilayahan. Mereka diharapkan menjadi penggerak gotong-royong di lingkungan masing-masing. Akan tetapi, warga dan komunitas juga diharapkan melakukan kerja bersama secara proaktif demi menghindarkan bencana.

“Kami juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah tetangga. Juga koordinasi dengan BNPD Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Ajak warga

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak seluruh warga aktif terlibat dalam upaya penanggulanan bencana di musim penghujan. Pengangkatan sampah dan sedimen dari saluran-saluran air harus dikerjakan lewat kerja bersama.

Menurut Yana, Pemkot Bandung dalam beberapa tahun terakhir sudah membangun beberapa infrastruktur pencegah banjir, mulai dari sumur resapan hingga drumpori dan kolam retensi. Warga diharapkan ikut memelihara semua infrastruktur tersebut sehingga memberikan kontribusi efektif pada musim penghujan.

“Mudah-mudahan di musim hujan, air bisa ditampung di kolam retensi, sumur resapan, serta drumpori. Itu bisa meminimalisasi kelebihan air di titik tertentu,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, Pemkot menggulirkan program Mapag Hujan mulai 9 Oktober sampai 31 Oktober 2019 mendatang. Warga diharapkan terlibat aktif membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.

Pengangkatan sampah dan sedimen termasuk dalam program jangka pendek penanganan banjir. Untuk jangka panjang, Pemkot fokus pada penambahan jumlah sumur resapan dan drumpori serta gerakan penghijauan lahan.***

Bagikan: