Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Kurang dari Tiga Bulan, 23 Hutan Terbakar

Handri Handriansyah
KEBAKARAN hutan dan lahan di Gunung Malabar.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
KEBAKARAN hutan dan lahan di Gunung Malabar.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Kebakaran lahan milik Perhutani di Gunung Malabar, Kecamatan Arjasari dan Kawah Putih, Kecamatan Ciwidey menambah panjang daftar kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bandung. Dengan dua kejadian tersebut, total terjadi sekitar 23 Karhutla dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan sejak pertengahan Agustus lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik selaku Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi pada BPBD Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan, total area kebakaran lahan sejauh ini tercatat sampai 180 hektare. "Kebakaran lahan pertama terjadi Kampung Legok Loa, Desa Langon Sari, Kecamatan Pameungpeuk," ujarnya saat dihubungi Selasa 8 Oktober 2019.

Kebakaran tersebut, kata Enjang, menghanguskan sedikitnya lima hektare lahan milik kawasan wisata dan restoran Mountain Breeze. Api melumat tanaman bambu namun berhasil dipadamkan sebelum mendekati perumahan penduduk dan pesantren di sekitarnya.

Setelah itu kebakaran lahan terus terjadi sampai 13 kali sampai 27 September. Luas lahan yang terbakar bervariatif mulai dari 100 meter persegi sampai 2 hektare.

Bulan berikutnya, kebakaran lahan kembali terjadi di Kampung Situ Sipatahunan, Kecamatan Baleendah yang menghanguskan sekitar 2 hektare lahan kebun bambu. Menyusul kemudian, kebakaran lahan beruntun terjadi dalam tiga hari sejak 4-6 Oktober 2019.

SEKITAR 5 hektare lahan di objek wisata Kawah Putih dilanda kebakaran, Senin, 7 Oktober 2019 siang. Hingga malam hari, masih terdapat beberapa titik api yang belum dapat dipadamkan.*/POLSEK CIWIDEY

Kebun bambu

Yang terbesar terjadi di Gunung Sanggar kaki Gunung Malabar, Kecamatan Arjasari pada 4 Oktober yang menghanguskan lahan seluas 100 hektare. Di hari yang sama, kebakaran hutan juga menghanguskan 1 hektare kebun bambu di Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah serta 10 hektare lahan bambu dan alang-alang di Gunung Sadu, Desa Sadu, Kecamatan Soreang.

Menyusul pada 5 Oktober kebakaran serupa terjadi di Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu. Di lokasi tersebut, pohon bambu dan alang-alang yang terbakar mencapai 20 hektare.

Pada 6 Oktober, Gunung Singa di Kampung Dukuh, Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin juga terbakar. Sedikitnya 11 hektare lahan bambu dan alang-alang habis dilahap si jago merah.

Pada waktu yang hampir bersamaa, kebakaran di Gunung Malabar terus meluas dan sampai ke sekitar 26 hektar lahan milik Perum Perhutani. Sedangkan di Ciwidey, sedikitnya 5 hektare lahan objek wisata Kawah Putih yang juga milik Perhutani pun terbakar.

Kedua kebakaran di lahan Perhutani tersebut hingga saat ini masih dalam proses pemadaman. Lokasi titik api yang sulit dijangkau membuat petugas pemadam kebakaran tak bisa berbuat banyak sehingga Perhutani dan Pemkab Bandung meminta bantuan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.***

Bagikan: