Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 22.7 ° C

Sudah Tiga Hari, Kebakaran di Gunung Malabar Belum Bisa Dipadamkan

Tim Pikiran Rakyat
KEBAKARAN hutan dan lahan di Gunung Malabar.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
KEBAKARAN hutan dan lahan di Gunung Malabar.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Perhutani, pemerintah, serta masyarakat terus melakukan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Malabar di Kabupaten Bandung. Meski saat ini pemadaman belum tuntas, pemadaman akan dilanjutkan Selasa, 8 Oktober 2019. 

"Untuk di wilayah Malabar sudah maksimal, titik api di lokasi yang sama. Api nyebrang ke titik 31 karena angin kencang, ditambah pemadaman alamiah terkendala karena faktor lokasi yang terjal dan aksesnya hanya bisa ditempuh secara manual atau jalan kaki," ujar Tedi Sumarto, Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan, Senin, 7 Oktober 2019.

Sampai dengan pukul 17.30 WIB, kebakaran antara lain terjadi di Petak 5B yang merupakan IPHPS  dengan luas baku 140 ha. Kebakaran di titik tersebut sudah berhasil dipadamkan.

Sedangkan pemadaman di petak 31A di lakukan dua tim dengan luas baku 761 hektare. Adapun lahan yang terbakar seluas 26 hektare. Berdasarkan pemantauan drone, masih terdapat titik api yang menyala di Blok cisaat. 

"Hasil dari kedua tim di dalam mengatasi kebakaran telah melakukan pembuatan ilaran atau sekat bakar yang melingkar melalui puncak mega dan arah sungai cigeureuh untuk menghindari api meloncat ke petak 31b dan 30 yang merupakan habitat Owa Jawa, dan Elang Jawa," tuturnya.

Untuk mencegah kebakaran semakin meluas dan titik api baru, kata dia, tim telah membuat ilaran/sekat bakar. Tim yang beranggotakan 200 orang juga menyisir titik api, yang berasal dari petugas Perhutani, Dalmas Polres Bandung,BPBD, LMDH, dan element masyarakat sekira 200 orang.

"Hari ini tanggal 7 Oktober 2019 Posko Penanganan Kebakaran Hutan Gn Puntang dikunjungi Bupati Kab Bandung, Kapolres Kab Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Rescue, Damkar, Kesehatan dan Dishut, dan melaksanakan rapat koordinasi dalam menangani kebakaran," ucapnya. 

Saran pemadaman

Tedi juga mengatakan, Kapolres Bandung sempat mendatangi Posko Utama sekira pukul 11.00 WIB. Mereka menyarankan untuk melakukan pemadaman dengan cara penyemprotan air dari Sungai Cigeureuh, dengan cara mengangkut ke lokasi kebakaran menggunakan pompa. Selain itu, membuat embung air di Sungai Cigeureuh untuk mendistribusikan air ke lokasi kebakaran.

Bupati Bandung Dadang M. Naser juga sempat mendatangi Posko Utama sekira pukul 13.00 WIB. "Bupati menyampaikan saran dalam mengatasi kebakaran dengan cara menggunakan fire block dan APAR bagi petugas pemadaman yang naik ke atas gunung untuk memadamkan titik titik api, berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan pesawat helikoopter untuk melakukan water bombing dan membuat pernyataan siaga bencana," tutur Tedi. 

Kondisi saat ini, di petak 31A masih terdapat titik–titik api yang belum dapat dipadamkan, mengingat lokasi kebakaran di tebing yang terjal, sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemadaman secara manual.

Sementara itu, Dadang menambahkan, pihaknya khawatir titik api akan terus melebar, karena di kawasan yang terbakar tersebut merupakan tempat lepasliar owa jawa, macan, dan elang. (Handri Handriansyah/Novianti Nurulliah/PR)***

Bagikan: