Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 22.2 ° C

Sambungan Listrik di Cimahi Terus Digenjot

Ririn Nur Febriani
FOTO ilustrasi petugas sedang melakukan perawatan jaringan listrik.*/ANTARA
FOTO ilustrasi petugas sedang melakukan perawatan jaringan listrik.*/ANTARA

 

CIMAHI, (PR).- PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Cimahi klaim rasio elektrifikasi wilayah pelayanan mencapai 100 persen. Namun, masih ada wilayah belum tersambung listrik sehingga penambahan sambungan baru terus digenjot.

Demikian diungkapkan Manager Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Cimahi Ayi Setiawan, Jumat 4 Oktober 2019. "Hampir semua masyarakat di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah menikmati listrik. Kalau secara elektrifikasi perhitungan dari jumlah kepala keluarga, dihitung dengan jumlah tarif rumah tangga sudah 100 persen,” katanya.

Capaian target pelanggan di tahun 2019  diharapkan bisa terpasang 34.035 sambungan baru. Namun yang baru terpasang sampai Agustus 2019 baru 17.379 pelanggan.
”Kekurangannya hampir 22 ribu lagi. Kalau total pelanggan UP3 Cimahi ada 693.659 pelanggan didominasi  rumah tangga dan industri. Artinya harus ditingkatkan upaya penambahan sambungan baru,” ujarnya.

Menurut pendataan, wilayah Kota Cimahi cukup lambat dalam penambahan sambungan baru karena pembangunan perumahan yang sudak cukup jenuh. "Dengan luas wilayah sedikit, mayoritas sudah terbangun jadi penambahan sambungan rumah tidak signifikan," ucapnya.

Sedangkan di wilayah Kab. Bandung Barat, lanjutnya, masih ada kawasan permukiman yang masuk kategori wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) yaitu di Padalarang, Rajamandala dan Cililin, KBB yang belum tersambung listrik secara langsung atau menjadi pelanggan PLN. ”Ada potensi yang belum tersambung,” imbuhnya.

Sebetulnya, jaringan listrik sudah masuk ke wilayah-wilayah tersebut. Bahkan, secara teknis pihaknya siap melakukan pemasangan instalasi listrik kepada pelanggan.
Hanya, kendalanya terutama masalah ekonomi atau kemampuan pembiayaan. ”Kita siap cover, tergantung permohonan mereka. Masalahnya karena belum ada uang di mereka,” ujarnya.

Dikatakan Ayi, rumah warga yang belum tersambung listrik secara langsung hampir semuanya berharap menunggu bantuan secara penuh baik dari pemerintah pusat, Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). ”Kebanyakan di daerah nunggu bantuan. Memang setiap tahunnya biasanya ada bantuan dari Pemda, atau CSR BUMN,” katanya.

Untuk mengejar target tersebut, pihaknya meningkatkan sosialisasi layanan. Dilakukan juga pemasaran keliling yang menyentuh hingga daerah 3T. ”Ada juga diskon pemasangan baru hingga 50 persen. Ini perlu kita sampaikan juga ke masyarakat,"  jelasnya.***

Bagikan: