Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Tradisi Babakti Masyarakat Cihideung Selamatkan Mata Air Irung-irung

Retno Heriyanto
*/RETNO HY/PR
*/RETNO HY/PR

NGAMPRAH,(PRLM).- Masyarakat Desa Cihideung, Kamis 3 Oktober 2019 menggelar tradisi Babakti. Tradisi membersihkan mata air dilakukan turun temurun sejak tahun 1829 setelah Gunung Tangkuban Parahu meletus menutupi sumber air.

Tradisi Babakti membersihkan mata air atau yang oleh masyarakat Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kab Bandung Barat, dikenal dengan nama Irung-irung (karena air keluar dari dua lubang) dilakukan sejak pukul 8.00WIB. "Kegiatan (tradisi Babakti) sebenarnya sudah dilakukan pada bulan Muharam, tapi baru hari ini seluruh warga bisa turun serta," ujar sesepuh Desa Cihideung Alek Sutisna disela membersihkan kolam Irung-irung yang saat ini masuk kawasan wisata Park and Zoo.

Diungkapkan Alek, Tradisi Babakti berupa membersihkan kawasan mata air yang juga merupakan hulu sungai Cibeureum (asal sungai Citepus). Kemudian setelah mata air dan kolam bersih dari lumut dan rerumputan ratusan warga dari 5 RW (rukun warga) membersihkan aliran sungai Cibeureum dan anak sungai yang menuju perkampungan.

"Sudah puluhan dan mungkin 100 tahun lebih warga Parongpong, khususnya Desa Cihideung berprofesi sebagai petani sawah dan kebun. Bahkan hingga tahun 1980an areal pesawahan hingga Isola," ujar Alek.

Sementara Bah Idin sesepuh lainnya mengungkapkan bahwa dari cerita kakeknya, tradisi Babakti dan Irung-irung dilakukan setelah gunung Tangkuban Perahu meletus tahun 1829. "Cerita kakek saya, pada waktu (1829) Tangkuban Perahu meletus hebat dari 9 kawah ada dua kawah besar, Domas dan Ratu meletus bersamaan hingga batu dan lumpurnya menutupi Irung-irung dan sungai Cibeureum," ujar Bah Idin.

Karena masyarakat sangat tergantung air, maka sejak itu di adakan tradisi Babakti. "Dulu yang terlibat Babakti bukan hanya warga Desa Cihideung saja, tapi juga warga Isola Ledeng, setelah kegiatan biasanyan diadakan makan bersama-sama dan sejak tahun 2007 digelar Festival Cihideung," ujar Bah Idin.

Tahun ini Festival Cihideung rencana digelar bulan Desember karena terbentur pendanaan dari pihak pemerintah. "Tapi kami akan menyelenggarakan Ngalot Salametan Solokan pada 6 Oktober nanti," ujar Mas Nanu Muda yang menginisiasi rangkaian kegiatan Festival Cihideung selama ini.

Rangkaian kegiatan, selain Babakti Irung-irung juga digelar Ijab Kobul Irung-irung, dan Gembrong Tumpeng. Sementara hiburan akan tampil kesenian tradisi Sasapian dan Ketuk Tilu.***

Bagikan: