Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Sudah Dibangun Sumur Dalam, Warga Narawita Tetap Kesulitan Air Bersih

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI krisis air.*/DOK. PR
ILUSTRASI krisis air.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Sejumlah Rukun Warga (RW) di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung mengalami kesulitan air bersih, di antaranya di RW 09, 10, 11 dan RW 13. Untuk menanggulangi kesulitan air bersih tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mendistribusikan air bersih antara 2-3 tangki setiap tiga hari sekali ke permukiman warga yang mengalami kesulitan air bersih  dampak musim kemarau panjang.

"Penyebab kesulitan air bersih selain karena musim kemarau yang sudah berlangsung beberapa bulan ini, juga Desa Narawita secara geografis berada di kawasan perbukitan sehingga berpengaruh pada kondisi persediaan air bawah tanah maupun sumber air bersih," kata Pjs. Kepala Desa Narawita Wahyudin di Cicalengka, Selasa 1 Oktober 2019.

Aparatur Pemerintah Desa Narawita berusaha untuk menanggulangi kesulitan air bersih yang dialami warga yang tersebar di empat RW tersebut. Selain menjalin koordinasi dengan BPBD, dan mengusulkan bantuan suplai air bersih, juga komunikasi dengan pihak Kecamatan Cicalengka dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkintan) Kabupaten Bandung. 

"Memang sudah ada sumur dalam yang sudah dibangun Disperkintan di RW 10 sebanyak 2 titik lokasi, yaitu di RT 1 dan RT 4. Bahkan di RT 01/RW 10 itu dibangun tahun ini. Sedangkan di RW 11 hanya 1 titik lokasi pembangunan. Namun airnya tak mencukupi untuk kebutuhan air bersih warga di dua RW tersebut," kata Wahyudin. 

Sumur bor

Menurutnya, kebutuhan air bersih hanya bisa menjangkau warga yang dekat dengan kokasi titik air bersih tersebut.  Ia mengatakan, di setiap RW yang mengalami kesulitan air bersih itu, tercatat sekitar 400-500 kepala keluarga. 

"Ya, salah satu solusinya, kita harus mengoptimalkan pembangunan sumur bor dengan kedalaman 43-60 meter," katanya. 

Namun, kata Wahyudin, di kawasan permukiman yang menempati perbukitan, kedalaman sumur bor harus mencapai 100-120 meter supaya bisa menjangkau sumber air. 

"Supaya kebutuhan air bersih untuk warga mencuci, mandi san kakus bisa terpenuhi. Meski di RW lainnya tak mengalami kesulitan air bersih, karena masih kecukupan persediaan air. Meski untuk mengambil air bersih itu, mereka harus pergi menggunakan sepeda motor sejauh 2 km dari permukimannya. Bagi yang tak punya roda dua, terpaksa jalan kaki dan sewa ojek motor," jelasnya.

Lebih lanjut Wahyudin mengatakan, sebagian warga yang tak mengalami kesulitan air bersih karena sudah tertangani melalui program air minum berbasis masyarakat. "Sumber airnya dari mata air, masih di sumber mata air yang ada di Desa Narawita," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.***

Bagikan: