Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Demonstrasi Mahasiswa Menolak Revisi RKUHP dan Revisi UU KPK di Bandung Ricuh

Mochammad Iqbal Maulud
DEMONSTRASI mahasiswa dari berbagai kampus di depan Gedung DPRD Jabar di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin 23 September 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
DEMONSTRASI mahasiswa dari berbagai kampus di depan Gedung DPRD Jabar di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin 23 September 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bandung dan sekitarnya berdemonstrasi  di depan Kantor DPRD Jabar di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Senin 23 September 2019.

Mahasiswa yang datang sejak pukul 12.00 memadati jalanan di depan gedung DPRD Jabar dengan menyuarakan sejumlah aspirasi di antaranya menolak revisi UU KPK, RKUHP, RU PAS, dan RU Pertanahan.

Sebelumnya mahasiswa melakukan long march dari Monumen Perjuangan sambil menyanyikan lagu berjudul Sumpah Mahasiswa Indonesia, dan Darah Juang.

Mahasiswa, kelompok demi kelompok akhirnya memadati Gedung DPRD Jabar. Aksi tersebut tergolong besar dibanding demonstrasi sebelumnya yang pernah digelar di depan Gedung DPRD Jabar beberapa waktu belakangan. Ratusan anggota kepolisian pun melakukan pengamanan.

"Revolusi-revolusi," kata beberapa mahasiswa yang mendatangi Gedung DPRD Jabar. Mereka secara bergerombol mencoba menembus pagar depan Gdeung DPRD Jabar.

Sekira pukul 17.00, barikade pagar DPRD Jabar hampir ditembus tetapi bisa ditahan oleh anggota Brimob dan Dalmas Polda Jabar yang berjaga di lokasi.

Meski demikian, aksi saling lempar tidak terelakkan. Bahkan, salah satu tameng anggota Brimob dicuri mahasiswa meski akhirnya tameng tersebut dikembalikan.

Sekira pukul 17.30, mahasiswa sedikit-sedikit mulai membersihkan lokasi dari sampah yang dibuang. Demonstrasi harus sudah selesai ketika azan magrib berkumandang.

Lantunan salawat badar juga dilantangkan mahasiswa dengan tujuan mendinginkan suasana. Sementara itu, terlihat bendera-bendera BEM berbagai universitas yang mengikuti demonstrasi. Dari data yang dihimpun, setidaknya ada 18 universitas di Kota Bandung dan sekitarnya yang berdemonstrasi.

Kejahatan demokrasi

Orator demonstrasi dari BEM Rema Universitas Pendidikan Indonesia Kota Bandung, Sidik mengatakan bahwa Indonesia kini sedang dalam keadaan yang tidak baik karena kejahatan-kejahatan atas demokrasi.

"Negara kita telah melakukan kejahatan-kejahatan demokrasi. Azas kebebasan berpendapat mengemukakan pendapat telah dibatasi. Oleh karena itu, di sini kawan-kawan semua harus sadar dan mengingat bahwasanya Indonesia sedang tidak baik-baik saja," katanya.

Sidik juga meminta mahasiswa untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang dianggap tidak baik dalam mengurusi negara.

Sidik juga mengemukakan‎ gedung yang ditempati anggota dewan dibangun dengan uang rakyat. Maka dari itu, tidaklah salah apabila rakyat masuk ke dalam gedung. "Bangunan yang ada di depan adalah bangunan yang dibangun dengan uang rakyat. Ada hak kita untuk masuk ke dalam," ucapnya.

Tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi antara lain:

1. Batalkan semua Rancangan Undang-Undang (RUU) yang merugikan masyarakat diatas (RUU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan RUU PAS)

2. Khusus pada RUU KPK, Mahasiswa Jawa Barat menuntut Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu UU KPK untuk menggantikan UU KPK hasil revisi

3. Ultimatum kepada DPR RI dan Presiden untuk menghentikan persekongkolan demokrasi yang menghasilkan RUU yang merugikan pada rakyat

4. Apabila tuntutan kami diabaikan, maka kami akan bergerak secara kolektif menuju pusat untuk mencabut mandat rakyat dari DPR RI dan Presiden.***

Bagikan: