Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Air Sungai Citarum Sudah Bisa Diminum, Panglima TNI Sudah Mencobanya

Handri Handriansyah
PANGLIMA TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyapa warga di sela-sela rangkaian acara hari jadi TNI ke-74 di bantaran Sungai Citarum, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 21 September 2019.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
PANGLIMA TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyapa warga di sela-sela rangkaian acara hari jadi TNI ke-74 di bantaran Sungai Citarum, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 21 September 2019.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, air Sungai Citarum yang sudah diolah, dibersihkan, dan dijernihkan sudah layak untuk digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Kebutuhan itu utamanya sebagai air minum.

Hal itu dikatakannya setelah mencoba meminum air olahan tersebut di sela-sela peringatan hari jadi TNI ke-74 di bantaran Sungai Citarum, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 21 September 2019. Menurutnya, air yang ia minum memiliki rasa yang sama dengan air matang di rumah-rumah.

"Rasanya seperti air yang biasa saya minum, artinya sudah layak minum setelah diolah," ujar Hadi.

Meskipun demikian, ia menyatakan harapannya supaya instalasi pengolahan air Sungai Citarum terus ditambah agar bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat. Saat ini, baru ada beberapa instalasi skala kecil di beberapa titik saja.

Di Sukamukti sendiri, kapasitas instalasi pengolahan air Sungai Citarum bisa menghasilkan sedikitnya 50.000 liter air bersih setiap hari. Namun, untuk air yang layak minum, produksinya baru sekitar 8.000 liter per hari.

Secara keseluruhan, Hadi pun mengapresiasi anggota TNI yang sudah membantu pemerintah dalam upaya memulihkan Sungai Citarum. Sebelumnya, sungai itu sempat dicap sebagai Sungai terkotor di dunia.

"Sekarang Citarum sudah memiliki potensi nilai jual untuk pariwisata. Kami akan terus memberi perhatian khusus sehingga dengan program pemerintah, kita bisa bantah bahwa Citarum kotor," ucapnya.

Optimisme untuk pemulihan Sungai Citarum

PANGLIMA TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyapa warga di sela-sela rangkaian acara hari jadi TNI ke-74 di bantaran Sungai Citarum, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 21 September 2019.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Para anggota TNI, kata Hadi, sudah secara ikhlas dan sukarela bertugas di sepanjang bantaran Sungai Citarum. Hasilnya, Sungai Citarum yang dulu airnya hitam dan dipenuhi plastik kini berangsur menjadi cokelat dengan sampah plastiknya hampir hilang.

Karena itu, Panglima TNI menyatakan harapannya supaya masyarakat ikut berpartisipasi aktif bersama TNI untuk memulihkan Citarum. Soalnya, sejak manusia dilahirkan, ada tugas yang melekat yaitu menjaga lingkungan.

Hadi tak menampik jika saat ini masih ada perusahaan yang membuang limbah tak terolah ke Sungai Citarum. "Sekarang masih dalam tahap penegakan hukum, namun kami yakin enam tahun ke depan Citarum bisa pulih seperti zaman nenek moyang kita dulu," ujarnya.

Optimisme itulah, kata Hadi, yang membuat pihaknya tak ragu memilih bantaran Sungai Citarum sebagai salah satu lokasi rangkaian peringatan hari jadi TNI tahun ini. Peringatannya juga diisi berbagai kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, pemberian bantuan alat kesehatan, serta berbagai kegiatan bakti sosial lain.

Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, program Citarum Harum yang digalakkan oleh pemerintah tidak akan berhasil tanpa keterlibatan TNI. "Saya menyaksikan sendiri dulu di bantaran Citarum banyak rumah-rumah liar dan aktivitas masyarakat yang tak beraturan," ucapnya.

Pendekatan humanis dari jajaran TNI, kata Ridwan, telah mampu merubah kondisi tersebut menjadi lingkungan yang rapih dan ramah lingkungan. Begitu juga terkait industri nakal yang mulai segan setelah TNI turun.

"Saya tidak tahu seperti apa metode yang diterapkan oleh TNI. Tetapi, saya dengar ada anggota yang diinstruksikan untuk menginap di rumah-rumah warga sehingga terjadi ikatan batin. Industri nakal juga takut, padahal sebelum ada TNI, aparat Satpol PP kami seringkali diintimidasi dan dilawan dengan cara-cara yang tidak baik," katanya.***

Bagikan: