Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Ada Empat Bakal Calon dari PDIP untuk Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bandung

Handri Handriansyah
PDIP menyiapkan strategi untuk memenangkan pilkada di kabupaten dan kota Jawa Barat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
PDIP menyiapkan strategi untuk memenangkan pilkada di kabupaten dan kota Jawa Barat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung resmi menutup pendaftaran bakal calon bupati Bandung. Ada empat pendaftar yang mengembalikan berkas hingga Jumat, 20 September 2019, malam.

Di antara keempat pendaftar tersebut ada kader internal yaitu Harjoko Sangganagara dan Ahmad Dimyati Atmawidjaya. Ada pula dua pendaftar eksternal, yakni Yena Iskandar Masoem dan Irman Wargadinata.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kabupaten Bandung, Rudita Hartono, mengatakan, semua pendaftar yang mengambil formulir akhirnya resmi untuk diajukan menjadi bakal calon Pilkada Kabupaten Bandung 2020 karena semuanya sudah mengembalikan berkas.

"Yang pertama mengambil formulir dan mengembalikan berkas adalah ibu Yena Iskandar Masoem," ujarnya Sabtu, 21 September 2019.

Rudita mengatakan, pihaknya langsung menutup proses pendaftaran sesuai jadwal meskipun hanya diikuti empat pendaftar. DPP PDIP sendiri memang hanya meminta minimal ada dua bakal calon untuk diajukan.

BAKAL calon dari PDIP dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bandung,  Yena Iskandar Masoem, mengembalikan berkas ke DPC PDIP Kabupaten Bandung, Kamis, 19 September 2019, malam.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Para bakal calon optimistis mendapat rekomendasi DPP PDIP

Dalam sambutannya di depan para pendukung dan kader PDIP Kabupaten Bandung, Yena mengatakan bahwa dirinya terpanggil untuk maju dalam bursa pencalonan Pilkada Kabupaten Bandung 2020 karena merasa bertanggung jawab untuk ikut memajukan daerah kelahirannya itu. "Kabupaten Bandung tempat di mana saya lahir, dibesarkan, menggatungkan mimpi, dan meraih mimpi tersebut," ujarnya.

Dikatakannya, kondisi Kabupaten Bandung saat ini sangat dinamis serta penuh perubahan dan kejutan di luar kalkulasi. Oleh karena itu, jika diberi kesempatan, ia berkeinginan untuk menerapkan pola-pola baru dalam mengatasi permasalahan di Kabupaten Bandung dengan sistem tata kelola pemerintahan yang efektif.

Sementara itu, anggota Tim Pemenangan Yena Iskandar Masoem, Slamet Pinuji, mengatakan, pihaknya sudah siap maju untuk memenangkan Yena dalam penjaringan maupun pencalonan bupati nantinya. Ia pun optimistis PDIP akan memberikan rekomendasi kepada Yena dalam Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

"Kami tidak memikirkan untuk mendekati parpol lain atau maju dalam jalur lain. Soalnya, kami optimistis PDIP akan mendukung karena kedekatan keluarga Masoem dengan PDIP sudah terjalin baik sejak lama," tutur Slamet.

Setelah Yena, menyusul Harjoko dan Irman yang mengembalikan berkas pada Jumat sore. Terakhir, kedatangan Dimyati menjadi menutup penjaringan DPC PDIP Kabupaten Bandung pada Jumat malam.

BAKAL calon dari PDIP dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bandung, Ahmad Dimyati Atmawidjaya, mengembalikan berkas ke DPC PDIP Kabupaten Bandung, Jumat, 20 September 2019, malam.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Sama seperti Yena, Dimyati pun optimistis bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Bandung 2020. "Saya percaya diri karena sebagai kader muda memiliki elektabilitas lebih tinggi daripada bakal calon lain yang mendaftar, terutama di wilayah Bandung Timur," ujarnya.

Sebagai generasi muda, Dimyati menyatakan bahwa ia masuk bursa demi keinginan untuk lebih memajukan Kabupaten Bandung. Apalagi, Kabupaten Bandung menjadi wilayah penyangga Bandung sebagai ibukota Provinsi Jabar.

"Dulu, Kabupaten Bandung pernah berjaya tetapi sekarang semakin merosot. Saya greget karena seharusnya Kabupaten Bandung itu seperti daerah penyangga ibukota negara DKI Jakarta yang tertata rapi," kata Dimyati.***

Bagikan: