Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Tujuh Warga Difabel di Cimahi Bakal Dapat Kaki dan Tangan Palsu

Ririn Nur Febriani
TUJUH warga difabel melakukan pengukuran dan pembuatan cetakan untuk kaki maupun tangan palsu menggunakan bahan gips di Cimahi, Jumat, 20 September 2019. Tak lama lagi, mereka akan mendapatkan kaki dan tangan palsu.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
TUJUH warga difabel melakukan pengukuran dan pembuatan cetakan untuk kaki maupun tangan palsu menggunakan bahan gips di Cimahi, Jumat, 20 September 2019. Tak lama lagi, mereka akan mendapatkan kaki dan tangan palsu.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Sebanyak tujuh warga difabel yang selama ini mobilitasnya terbatas hingga harus menggunakan alat bantu, merasa gembira. Pasalnya, tidak berapa lama lagi mereka akan segera memiliki kaki dan tangan palsu.

Melalui Program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, pada Jumat 20 September 2019, warga difabel ini melakukan pengukuran kaki dan tangan palsu di sekertariat Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi di kompleks Nata Endah Kota Cimahi.

Usia warga difabel yang bakal mendapat bantuan kaki dan tangan palsu mulai dari usia anak hingga dewasa. Secara bergiliran mereka melakukan pengukuran dan pembuatan cetakan untuk kaki maupun tangan palsu menggunakan bahan gips.

Seperti diungkapkan Hani (9), warga Kel. Utama yang terlahir dengan kondisi kaki kiri tidak tumbuh sempurna. "Dari kecil pakai alat bantu, kadang juga enggak karena malas. Tapi, tulang lututnya jadi keras," ujarnya.

Hani yang merupakan siswa kelas 3 SD itu berharap kaki palsu yang akan didapatnya dapat dipakai dengan nyaman. "Mudah-mudahan enak dipakainya, pengen sekolah dengan nyaman," katanya.

Hal serupa diungkapkan Indri (30). "Kaki kanan saya remuk karena kecelakaan lalu lintas, saya ditabrak truk dari arah samping sampai badan saya masuk ke kolong dan terseret sampai 20-25 meter," ujarnya.

Indri mengaku masih beruntung meski harus merelakan kakinya diamputasi. "Alhamdulillah badan masih berfungsi. Kaki diamputasi setahun terakhir karena besi pen di jari kaki yang remuk ada karatnya. Sekarang jalan pakai tongkat, senang bakal dapat bantuan ini. Kalau sudah ada kaki palsu bisa gerak lebih cepat lagi. Terima kasih banyak," kata Indri.

Bantuan gratis

Ketua Yayasan Anugerah Disabilitas Karawang Jawa Barat Sri Agustini yang juga Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) mengatakan, kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Baznas Jawa Barat. "Secara keseluruhan kuota Jawa Barat sebanyak 50 orang, untuk Cimahi dapat 7 orang," ujarnya.

Bantuan kaki dan tangan palsu gratis terutama untuk warga tidak mampu. Mereka cukup melampirkan persyaratan fotokopi KTP, KK, SKTM dan foto seluruh badan.

"Setelah persyaratan terpenuhi, mereka diukur masing-masing untuk membuat cetakan. Proses produksinya memerlukan waktu karena tiap orang beda ukuran," tuturnya.

Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi Agustus Fajar mengatakan, Kota Cimahi mendapat jatah bantuan kaki-tangan palsu dari Baznas Provinsi Jawa Barat.

Agustus mengatakan, masih banyak penyandang disabilitas di Kota Cimahi yang membutuhkan kaki dan tangan palsu. Selain bantuan dari Baznas Jawa Barat dan Aliansi Perempuan Penyandang Disabilitas, bantuan juga datang seperti dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Biasanya ada juga bantuan kursi roda, sepatu dan sebagainya. Bantuan-bantuan itu khusus warga kurang mampu sehingga benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Pihaknya berharap penyandang disabilitas yang belum mendapatkan bantuan dalam kesempatan ini bisa mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya. "Sebetulnya peminat banyak. Mudah-mudahan jadi waiting list atau ada pihak lain yang bisa membantu," katanya.***

Bagikan: